Rupiah dan IHSG Bergerak Stabil

9

MEDAN|Rupiah dan IHSG bergerak stabil. Rupiah yang diperdagangkan terhadap US Dollar bergerak stabil dengan kecenderungan menguat. Rupiah yang perdagangan sehari sebelunya sempat menguat, pada hari ini melanjutkan tren penguatan dikisaran 13.300-13.310. Demikian dikatakan Pengamat Ekonomi Sumut, Gumawan Benyamin kepada M24.CO hari ini.

“Saat ini sentiment terhadap Rupiah masih terjaga. Sentiment yang masih menjaga Rupiah diantaranya masih dinantinya pengumuman S&P berkaitan peringkat utang Indonesia yang diperkirakan akan membaik,” katanya.

Selain itu, masih menguatnya Rupiah kali ini memanfaatkan US Dollar yang melemah. US Dollar melemah karena diselimuti beberapa sentiment negatif diantaranya berkaitan dengan ditundanya voting yang berkaitan dengan obamacare dan klaim pengangguran. Voting yang berkaitan dengan obamacare ditunda karena Trump belum bisa menyatukan suara partai Republik untuk mendukungnya mencabut obamacare.

“Partai Republik masih terbelah antara mendukung untuk mencabut obamacare atau tidak. Trump memberikan ultimatum jika partai Republik tidak mendukungnya maka dia akan mereformasi pajak sebagai gantinya,” ungkapnya.

Dia menjelaskan jika Trump gagal menyatukan suara partai Republik maka dia akan gagal dalam voting nantinya dan akan menjadi kegagalan pertamanya di parlemen. Kegagalan ini akan membuat pesimis terhadap janji-janji kampanye Trump untuk direalisasikan nantinnya. Klaim pengangguran AS dirilis naik dari perkiraan sebelumnya 240.000 menjadi 258.000. Ditundanya voting yang berkaitan dengan obamacare dan naiknya klaim pengangguran membuat US Dollar melemah. Artinya Rupiah bisa memanfaatkannya untuk menguat.

“IHSG masih melanjutkan tren bertahan di zona hijau. IHSG yang sebelumnya ditutup menguat di level 5563,75 di buka menguat di hari jumat (24/3) menjadi 5565,62. IHSg sempat tertekan sampai 5546,83 namun IHSG berhasil ditutup bertahan di zona hijau. IHSG ditutup menguat 3 poin menjadi 5567,13 atau menguat 0,061 persen dengan total transaksi mencapai Rp7,9 T,” tambahnya.

Loading...