Rupiah dan IHSG Kompak Terkoreksi Hari Ini

12

MEDAN|Rupiah dan IHSG sama-sama terkoreksi. Rupiah melemah diperdagangkan terhadap US Dollar di akhir bulan maret meskipun masih dalam rentang terbatas. Terpantau sampai Jumat (31/3) sore Rupiah bergerak melemah dikisaran 13.316-13.323. Demikian dikatakan Pengamat Ekonomi Sumut kepada M24.CO hari ini.

Dia menerangkan Rupiah belum mampu menguat dikarenakan US Dollar bergerak naik. US Dollar bergerak naik respon dari data ekonomi AS yang dirilis membaik seperti produk domestic bruto dan klaim pengangguran. Produk domestic bruto AS dirilis naik jika dibandingkan dengan sebelumnya 1.9 persen menjadi 2,1 persen. Sedangkan klaim pengangguran AS dirilis turun jika dibandingkan dengan sebelumnya 261.000 menjadi 258.000.

“Naiknya produk domestic bruto AS dan turunnya klaim pengangguran membuat US Dollar semakin menguat dengan merespon hasil rilisan data ekonomi yang membaik. Naiknya US Dollar membuat Rupiah melemah disaat masih minimnya sentiment dari dalam negeri yang menjadi daya penggerak Rupiah ditambah lagi dengan dana repatriasi dari tax amnesty yang jauh dari harapan,” katanya.

Dia menegaskan sampai Jumat sore menjelang penutupan tax amnesty belum diketahui apakah dirjen pajak bisa memenuhi targetnya. Jika dana repatriasi tax amnesty bisa mencapai target maka akan berdampak baik buat perekonomian Indonesia karena banyaknya dana yang masuk ke kas negara. Namun jika tax amnesty tak sesuai dengan harapan maka dampaknya dana yang masuk belum mampu membuat perekonomian membaik karena Indonesia belum mampu membangun infrastruktur dari dana tersebut.

“Jika tax amnesty ini belum terealisasi sesuai dengan harapan maka akan membuat belum adanya sentiment yang positif terhadap Rupiah dan akan membuat Rupiah masih melemah. Tetapi pelemahan Rupiah kali ini masih dala rentang yang terbatas menjelang pengumuman data inflasi yang akan dirilis di awal april mendatang,” terangnya.

Dia menambahkan selain Rupiah yang melemah, IHSG juga terkoreksi. IHSG ditutup terkoreksi 24 poin di hari jumat (31/3). IHSG sempat naik dilevel tertingginya di 5606,02 namun akhirnya ditutup melemah 0,444 persen menjadi 5568,10 dengan total transaksi mencapai Rp. 8,3 T.

“Indeks regional yang rata-rata meleamah membuat IHSG juga ikut melamah ditambah lagi adanya tekanan aksi jual yang dilakukan investor. Tercatat investor asing melakukan aksi jual bersih atau “net foreign sell” mencapai Rp260 M,” tambahnya.

Loading...