Rupiah dan IHSG Sama-sama Terkoreksi

22

MEDAN|Rupiah dan IHSG sama-sama terkoreksi. Rupiah dipatok melemah berdasarkan kur referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR). Rupiah dipatok 13.335 per US Dollar dihari rabu (22/3). Patokan ini tidak lebih baik dari sebelumnya 13.308 per US Dollar. Rupiah dipatok melemah 27 poin. Demikian dikatakan Pengamat Ekonomi Sumut, Gumawan Benyamin kepada M24.CO hari ini.

“Terkoreksi Rupiah kali ini di saat US Dollar yang mulai menguat. Minimnya sentiment positif terhadap Rupiah ditenggarai yang menyebabkan Rupiah melemah. Walaupun masih minimnya sentiment positif terhadap Rupiah tetapi kondisi fundamental dalam negeri yang baik membuat pelemahan Rupih tidak terlalu dalam. Cadangan devisa Indonesia yang dirilis baik dan adanya potensi kenaikan peringkat utang Indonesia oleh Standard & Poor’s (S&P) dapat menjaga pergerkan Rupiah agar tidak tertekan terlalu dalam,” paparnya.

Dia menegasakan sebenarnya US Dollar juga minim sentiment positif namun bukan berarti US Dollar melemah. Pelaku pasar telah mengantisipasi kenaikan tingkat suku bunga The Fed sehingga US Dollar mulai bergerak menguat secara terbatas. US Dollar yang menguat secara terbatas membuat Rupiah melemah ditambah lagi harga minyak dunia yang tak kunjung naik.

“Selain Rupiah yang terkoreksi, IHSG juga ikut terkoreksi setelah sehari sebelumnya bertahan di zona hijau. IHSG yang sebelumnya ditutup menguat dilevel 5543,09 dibuka melemah dihari rabu (22/3) menjadi 5512,72. IHSG selama satu harian perdagangan terus diperdagangkan di zona merah. IHSG ditutup melemah 9 poin menjadi 5534,09 atau melemah 0,162 persen dengan total transaksi mencapai Rp9 T,” ungkapnya.

Dia menambahkan pelemahan yang terjadi pada IHSG kali ini ditenggarai karena adanya tekanan aksi jual yang dilakukan sebagian investor. aksi jual yang dilakukan investor kali ini dinilai karena IHSG yang sudah naik terlalu tinggi. Adanya pembagian dividen yang dilakukan sejumlah emiten belum mampu mengangkat IHSG untuk menguat.

Loading...