Rupiah dan IHSG Terpuruk di Zona Merah

21

RIVAN-MEDAN | Nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan terhadap US Dollar masih bergerak terbatas cenderung melemah dizona merah. Rupiah sempat menguat sampai 13.301 per US Dollar. Terpantau sampai jumat(28/4) sore, Rupiah bergerak melemah dikisaran 13.321-13.333.

Pengamat Ekonomi, Benjamin Gunawan memgatakan, pergerakan nilai tukar Rupiah terus melemah disaat US Dollar yang terus menguat. Menguatnya US Dollar imbas dari beberapa sentiment positif yang menjadi daya pendorongnya. Rencana Trump yang akan mereformasi pajak menjadi daya penopang penguatan US Dollar. Trump akan mengajukan untuk memangkas pajak pendapatan dan keringanan pajak bagi perusahaan-perusahaan yang mampu membawa pulang US Dollar kembali ke AS sehingga mendorong daya tarik asset beresiko.

“inilah yang menjadi daya utama penggerak US Dollar ditambah lagi dengan data penjualan rumah tertunda AS yang dirilis naik dari perkiraan sebelumnya minus 1 persen menjadi minus 0,8 persen.” ungkap Gunawan

Lanjut Gunawan menjelaskan, semakin menguatnya US Dolllar membuat Rupiah melemah dan semakin tertekan dengan ketidakpastian global, “Diharapkan dengan pernyataan BI yang mengatakan selama ini pergerakan Rupiah masih  stabil membuat Rupiah tidak terjatuh terlalu dalam.” Jelasnya

Gunawan mengatakan bahwa saat ini juga IHSG masih tetap diperdagangkan di zona merah diakhir pekan ini. IHSG sempat diperdagangkan menguat diawal-awal perdagangan yang mencapai level 5724,50. Namun IHSG terus bergerak di zona merah yang terus melemah. IHSG ditutup melemah 21 poin menjadi 5685,29 atau melemah 0,381 persen dengan total transaksi mencapai Rp.12,5 T. pelemahan IHSG terjadi karena aksi ambil untung yang dilakukan sebagian investor.

Loading...