Rupiah Menguat Sedangkan IHSG Berbalik Melemah

17

RIVAN-MEDAN|Rupiah menguat sedangkan IHSG berbalik melemah. Nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar kembali melanjutkan tren penguatannya di awal pekan. Rupiah yang sebelumnya ditutup 13.327 per US Dollar, terpantau sampai senin sore Rupiah bergerak menguat dikisaran 13.299-13.308.Demikian dikatakan Pengamat Ekonomi Sumut, Gumawan Benyamin kepada M24.co hari ini.

“Saat ini sentimen penggerak Rupiah masih tidak banyak berubah. Sentiment dari dalam negeri yang berakaitan dengan peringkat utang Indonesia masih menjadi daya penggerak Rupiah. Peringkat Utang Indonesia diperkirakan akan dinaikkan jadi investment grade yang akan mendorong penguatan Rupiah. Walaupun tidak banyak berubahnya sentiment penggerak Rupiah tapi peluang penguatan Rupiah masih ada karena US Dollar saat ini relatif tertekan,” katanya.

Dia menjelaskan tekanan terhadap US Dollar terkait dengan kekhawatiran investor terhadap kebijakan Trump yang gagal sesuai dengan apa yang diingankannya. Investor merasa khawatir dengan kegagalan kebijakan Trump berkaitan dengan akan dicabutnya obamacare yang votingnya masih tertunda. Tertundanya voting tersebut mengindikasikan akan gagalnya Trump di parlemen manyusul partai Republik belum sepakat mendukungnya untuk mencabut obamacare.

“Gagalnya Trump ini juga membuat khawatir terhadap janji-janji kampanyenya yang akan sulit direalisasikan. Kegagalan Trump ini membuat US Dollar tertekan ditambah lagi pemesanan barang tahan lama inti yang dirilis jumat lalu yang turun dari perkiraan 0,5 persen mmnjadi 0,4 persen,” paparnya.

Dia menegaskan IHSG terkoreksi disaat Rupiah yang menguat. IHSG yang pekan sebelumnya ditutup 5567.13, dibuka melemah dihari senin (27/3) menjadi 5557,92. IHSG sempat menguat di level 5567,43. IHSG ditutup melemah 25 poin menjadi 5541,20 atau memlamh 0,466 persen dengan total transaksi mencapai Rp. 6,5 T. Pelamahan yang terjadi pada IHSG kali ini mengikuti indeks regional yang kompak melemah.

Loading...