September 2016, Pegadaian Medan Gelontorkan Kredit Gadai Rp6,024 T

160

M24.CO|MEDAN

Pencapaian omzet s/d bulan Agustus 2016 untuk gadai konvensional Rp4.508.381.110.000 kredit, mikro emasku Rp672.768.150,- gadai flexi Rp1.740.550,000,- krasida Rp23.765.200.000,-, kreasi Rp62.534.900.000,- kresna Rp9.212.000.000,- krista Rp0,- dan mulia Rp14.100.444.034,- sedangkan untuk gadai syariah : rahn Rp1.516.138.140.000,- amanah Rp4.092.500.000,- arrum Rp32.747.940.000,- emasku Rp91.811.050,- dan mulia Rp4.556.853.776,-

Sedangkan out standing loan s/d bulan Agustus 2016 untuk gadai konvensional Rp1.719.527.690.000,- emasku Rp637.390.575,- gadai flexi Rp272.660.000,- krasida Rp18.443.465.965,- kreasi Rp88.750.061.293,- kresna Rp40.302.955.464,- dan mulia Rp9.275.518.675,- sedangkan untuk gadai syariah : rahn Rp465.410.320.000,- kredit mikro amanah Rp6.322.660.562,- arrum Rp34.293.625.468,- emasku Rp84.973.304,- dan mulia Rp2.832.099.955,-

Hal itu disampaikan Kepala Humas PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan Lintong Parulian Panjaitan, dalam keterangan tertulis yang diterima M24.CO mengatakan mengantisipasi jelang awal musim tanam ini, Pegadaian Medan siapkan dana seberapa besar pun dana yang diminta/dibutuhkan oleh nasabah maupun para petani guna mengantisipasi banyaknya permintaan dana dari nasabah yang membutuhkan jasa Pegadaian untuk pencairan kreditnya.

“Sesuai dengan apa yang dibutuhkan apalagi saat ini jelang musim tanam juga para pedagang pupuk dan obat-obatan hama pertanian yang membutuhkan modal kerja dan modal usaha guna memenuhi pembelian bahan-bahan sesuai yang dibutuhkan pada masa musim tanam ini,” paparnya.

Dia menambahkan hampir setiap cabang maupun unit yang berdekatan dengan lahan pertanian banyak dipenuhi oleh para nasabah yang menggadaikan emas perhiasan, logam mulia dan emas berliannya di dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan pertanian baik itu untuk membeli perlengkapan alat-alat pertanian, pupuk, obat-obatan hama pertanian dan lain sebagainya sedangkan bagi pedagang adalah untuk mempersiapkan modal kerja maupun modal usaha guna membayar atas pesanan-pesanan barang kebutuhan pertanian dari para penyalur perlengkapan alat-alat pertanian, pupuk, dan obat-obatan hama pertanian.

“Permintaan modal kerja ini juga meningkat dari setiap cabang maupun unit setiap harinya bila dilihat dari permintaan modal kerja ke kanwil (BagianKeuangan) setiap harinya,” tambahnya.[wewen].

Loading...