Tanaman hultikultura di Karo mengkerdil

30

KARO-M24 |Musim kemarau melanda di sebagian Kabupaten Karo tiga minggu terahir. Ini membuat tanaman hultikultura, seperti kubis, kentang, cabai dan tomat tumbuh kerdil. Karena kekurangan kadar air.

“Kemarau ini membuat batang tanaman kecil, daunnya menguning serta diserang hama penggerek daun dan kutu daun,” kata seorang petani, Erik Surbakti (37), di Desa Raja Payung, Kecamatan Merdeka, Jumat (23/6/2018).

Erik mengatakan, kemarau melanda desa mereka kurang lebih tiga minggu. Terik matahari sangat panas membuat tanah di perladangan kering dan berdebu.

Keadaan ini membuat sebagian petani menyirami tanamannya untuk menghindari tanaman gugur. Sebagian lagi ada yang membiarkannya, sambari menunggu hujan turun.

“Yang musim tanamnya awal bulan Juni terancam gagal panen, karena tidak disirami air hujan,” kata petani tersebut sembari berharap hujan cepat turun di ladangnya.

Lain lagi halnya Roni Ginting (39), petani Tangkulen, Kecamatan Berastagi. Menurutnya, lebih baik kemarau begini. “Kalau saya lebih baik kemaraulah bang, biar harga sayuran ini bisa merangkak naik terus,” ucap Roni. (sekilap)

Loading...