10 Sindikat Narkoba Internasional Digulung, 2 Ditembak Mati

MEDAN-M24 | Polda Sumut menggulung jaringan sindikat narkoba jaringan Internasional asal Malaysia yang bergerak di Sumatra Utara (Sumut). Dua dari 10 tersangka ditembak mati petugas karena melakukan perlawanan.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, dalam penangkapan itu, petugas mengamankan barang bukti berupa 17 kg narkoba golongan I jenis sabu, 2 ribu butir pil ekstasi, handphone 15 unit, 2 unit kreta, 1 unit mobil, 3 tas ransel dan 1 pucuk senjata api (senpi).

“Bila barang bukti narkoba ini dirupiahkan, maka nominalnya mencapai 17,4 miliar rupiah. Selain itu, dengan asumsi 1 gram sabu untuk 10 orang dan 1 butir ekstasi untuk 1 orang, maka dapat menyelamatkan sebanyak 172 ribu anak bangsa,” ungkap Waterpaw kepada awak media di Makobrimob Polda Sumut, Senin (23/7).

Loading...

Paulus memaparkan, penangkapan terdiri dari 6 kasus dengan lokasi berbeda. Awalnya, jelas Paulus, pada Kamis (19/7) sekitar pukul 07:00 WIB, personel Subdit I Direktorat Narkoba Polda Sumut menangkap 2 tersangka inisal M (20), warga Jln Krung Panjo Desa Bugak Bieuren, Aceh dan DN (28), warga Desa Paya Bujok Langsa Aceh di Jln Karya, Simpang Eka Rasmi, Kec Medan Johor dengan barang bukti 2 Kg sabu dibungkus plastik teh China merk Guan Ying Wang.

Selanjutnya, pada Jumat (20/7) sekitar pukul 15:35 WIB penangkapan dilakukan terhadap MR (38), warga Jln Iskandar Muda, Banda Aceh, di Jln Ngumban Surbakti Pasar 8, Kec Medan Selayang. Dari MR ditemukan 5 Kg sabu dibungkus dengan plastik teh Guan Ying Wang. “Dari keterangan M dan DN, didapati informasi bahwa D alias I akan menyerahkan sabu kepada pemesan lainnya. Setelah dilakukan pemantauan, D alias I diketahui menjumpai MR atas suruhan F (DPO). Namun saat MR ditangkap, D alias I terlebih dahulu meninggalkan lokasi,” beber Waterpaw.

Masih Kapolda, pada Sabtu (21/7) sekitar pukul 02:35 WIB, petugas melakukan penangkapan di Jln Arteri Kualanamu, Kab Deliserdang. Akan tetapi, tersangka AR (52) dan D alias I (31) melakukan perlawanan dengan senpi dan berusaha kabur dengan menggunakan mobil. Tak pelak, petugas menembak mati keduanya. “Dari keduanya juga didapati sebanyak 2 Kg sabu,” ujar Waterpaw.

Sebelumnya, pada Kamis (19/7) sekitar pukul 17:00 WIB, polisi juga menangkap JJ (61), warga Jln Abadi, Kel Tanjungrejo, Kec Medan Sunggal, I (42), warga Jln Perjuangan Gg Bersatu, Kel Tanjungrejo, Kec Medan Sunggal dan DS (28), warga Jln Setiabudi Gg Teratai, Kel Tanjungrejo, Kec Medan Sunggal di Jln Setiabudi Gg Kamboja, Perumahan Permata, Kec Medan Sunggal. Dari ketiganya di dapati 1 Kg sabu dibungkus teh warna hijau.

“Saat dilakukan pengembangan terhadap bandarnya B (DPO) di seputaran Kampung Keling, JJ dan I berusaha melarikan diri. Tembakan peringatan 3 kali ke udara diikuti tembakan di kaki,” sebutnya.

Berikutnya, pada Sabtu (21/7) sekitar pukul 18:59 WIB, petugas menangkap MMS (47), warga Dusun Sono, Desa Lalang, Batubara di Restoran A & W Jln AH Nasution, Kec Medan Johor. Darinya didapati 5 Kg sabu dibungkus teh Guan Ying Wang. “Saat dilakukan pengembangan menuju Batubara, MMS berusaha melarikan diri sehingga dilumpuhkan dengan tembakan di bagian kaki. Yang bersangkutan akan mengantarkan sabu itu ke calon penerima di Medan. Tersangka mengantarkan atas suruhan R (DPO) yang berada di Malaysia, yang sebelumnya dijemput oleh A (DPO) di perairan Kuala Tanjung, Batubara,” terangnya.

Terakhir, tambah Paulus, pada Minggu (22/7) sekitar pukul 22:30 WIB, penangkapan dilakukan terhadap AN (48), warga Pasir Putih, Dusun Bambu, Kec Medang Deras, Kab Batubara di Jln Acces Road, Sei Suka, Kab Batubara. Penangkapan hasil pengembangan MMS karena AN berperan sebagai penjemput ke tengah laut. “Selanjutnya dari rumah MMS di Desa Lalang Dusun Mesjid, Batubara ditemukan 2 Kg sabu dan 2 ribu butir ekstasi,” tandasnya. (ahmad)

Loading...