20 hektar tanaman padi di Tapsel gagal panen

22

Zia-Tapsel | Puluhan hektar tanaman padi milik warga di Kecamatan Batang Angkola, Tapanuli Selatan (Tapsel) rusak akibat diterjang badai (angin kencang) disertai hujan deras. Akibatnya, sejumlah petani gagal panen.

Angin kencang disertai hujang deras yang menerjang kawasan Batang Angkola, Tapsel, terjadi Kamis (3/5) petang hingga menjelang Magrib. Kendati tidak ada korban jiwa, namun puluhan hektar tanaman padi gagal panen akibat rusak disapu badai.

Kepala Desa Pasir Matogu, Kec Batang Angkola, Iswandi Siregar, kepada M24 Jumat (4/5), mengatakan, tanaman padi yang rusak akibat disapu angin sekitar 15-20 hektar.

“Hujan badai melanda desa kami terjadi Kamis petang hingga menjelang magrib,” terang Iswandi.

Awlanya, terang Iswandi, warga belum mengetahui jika selepas angin kencang dan hujan deras, mengakibatkan kerusakan tanaman padi. “Mereka mengetahui saat mulai melakukan aktifitasnya ke sawah Jumat pagi. Usia tanaman padi yang rusak bervariasi mulai 60 hingga 80 hari,” jelasnya.

Iswandi memperkirakan hasil panen petani tersebut juga bakal mengalami penurunan hingga mencapai 50 persen dari hasil biasanya.

“Hama tikus bakal menambah kemungkinan gagal panen. Sebab kerusakan tanaman padi yang sudah dalam kondisi ‘tidur’ akibat disapu angin, membuat hama tikus semakin merajalela,” imbuhnya.

Sementara salah seorang petani di Desa Pasir Matogu, Aman Sari Hutasuhut, mengungkap sekitar 0,5 hektar tanaman padinya rusak akibat bencana angin kencang tersebut.

“Saya baru menyadari pagi ini (Jumat, red). Ternyata angin kencang yang datang semalam telah memporakporandakan tanaman padi yang tinggal satu minggu lagi akan dipanen,” ujarnya yang hanya bisa pasrah.

Menurut Aman Sari, pendapatan dari hasil pertaniannya tahun ini jelas akan berkurang, belum lagi pengeluaran akan bertambah untuk membersihkan tanaman padi yang rusak.

“Seperti menambah tenaga kerja saat memanen, lantaran padi yang akan dipanen sudah tidak normal seperti biasa,” sebutnya.

Ia menambahkan, baru kali ini mengalami bencana angin kencang yang mengakibatkan tanaman padi sampai rusak.

“Terakhir dua tahun lalu tanaman padi masyarakat daerah ini juga rusak, tapi akibat banjir yang melanda,” pungkasnya.

Loading...