370 Prajurit Tamtama Dilantik, Pangdam I/BB: Hindari Pelanggaran dan Tindakan Indisipliner

6

SIANTAR-M24 | Penutupan Pendidikan Sekolah Calon Tamtama (Secata) TNI AD Tahap I berlagsung di Lapangan Rindam I/BB, Sabtu (8/9). Pangdam I/BB, Mayjen TNI MS Fadhilah menegaskan kepada prajurit untuk menghindari pelanggaraan dan tindakan indisipliner.

Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI MS Fadhilah mengharapkan kehadiran para Tamtama baru di satuan jajaran TNI AD dapat membawa peningkatan kinerja bagi kehidupan organisasi, sehingga pembinaan satuan dapat lebih dinamis dan berkualitas dalam membangun profesionalisme dan disiplin prajurit.

“Semua ilmu kemiliteran yang telah didapat hendaknya dipelihara dan dijadikan sebagai modal dasar dalam mengabdi kepada bangsa dan negara Indonesia. Sebagai unsur pelaksana pemula, prajurit Tamtama dituntut untuk memiliki kemampuan tehnis dan taktis militer. Sebagai unsur terdepan diharapkan dapat menjadi tenaga penggerak satuan dan meningkatkan kualitas tempur satuan jajaran TNI AD,” tegas Pangdam.

Lebih lanjut, sambung Pangdam, setiap prajurit TNI AD senantiasa dituntut untuk memiliki keunggulan di bidang profesionalisme keprajuritan agar selalu dapat menjawab tuntutan tugas yang penuh dengan tantangan yang tidak ringan.

“Salah satu upaya dalam membangun profesionalisme tersebut dilakukan melalui pendidikan. Sehingga setiap prajurit yang berkesempatan mengikuti pendidikan harus sungguh-sungguh disertai satu tekad ingin memperoleh prestasi yang terbaik,” ungkapnya.

Jenderal bintang dua ini juga menambahkan, untuk merubah mental dalam pendidikan yang singkat ini tidak cukup bagi prajurit untuk memiliki jiwa kejuangan sebagai prajurit sejati.

“Oleh karena itu, kalian harus senantiasa mempedomani Sapta Marga Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI yang penjabarannya adalah senantiasa patuh dan taat kepada atasan, bersikap tegas, tabah dan berani untuk menghadapi tantangan dengan resiko apapun serta selalu berlaku baik dengan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Hindari pelanggaran dan tindakan indisipliner, karena akan bisa merusak citra dan nama baik diri sendiri dan TNI AD,” tuturnya.

Pangdam mengimbau kepada seluruh prajurit agar menjaga keselamatan diri dengan baik, karena perjalanan tugas masih panjang. Hindari dan cegah tindakan yang akan merugikan diri dan citra TNI AD selama melaksanakan cuti.

“Kalian harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial mengingat status kalian sekarang telah berubah menjadi prajurit TNI AD. Selanjutnya, kalian dapat kembali tepat waktu dan siap untuk mengikuti jenjang pendidikan selanjutnya,” pungkasnya.

Pendidikan yang diikuti 370 orang calon Tamtama TNI AD ini dinyatakan lulus 100 persen dan dilantik menjadi prajurit Tamtama TNI AD dengan pangkat pertama Prajurit Dua (Prada). Selanjutnya, para prajurit akan mengikuti pendidikan kejuruan sesuai kesenjataan masing-masing. Setelah mendapatkan kualifikasi kecabangan, masing-masing prajurit yang menyandang pangkat Prada akan ditempatkan di kesatuan-kesatuan jajaran TNI AD di seluruh wilayah Indonesia.

Usai upacara penutupan, Pangdam I/BB Mayjen TNI MS. Fadhilah memberi piagam penghargaan kepada siswa berprestasi yaitu Prajurit Dua, Rahmat Danil dan Prajurit Dua, Jansen Perkasa Ginting.

Dalam acara tersebut turut hadir, Danrindam I/BB Pematangsiantar, Kolonel Inf Zainuddin, Komandan Korem 022/PT, Kolonel Inf R Wahyu Sugiarto, Kapolres Pematangsiantar, para Asisten Kodam I/BB, para Kabalakdam I/BB, Dan Yonif 122/TS, serta unsur pemerintah dan keluarga para siswa yang dilantik. (adi/bar)

Loading...