5 Bulan Tak Digaji, Ratusan Tenaga Honorer RSUD Pringadi Demo

Ratusan tenaga honorer RSUD Pirngadi Medan berunjuk rasa di halaman rumah sakit.

MEDAN-M24 | Ratusan tenaga honorer di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pirngadi Kota Medan menggelar aksi unjuk rasa, Kamis (4/10). Hal itu disebabkan gaji mereka selama lima bulan tak kunjung dibayar.

Salah seorang pendemo yang tak ingin namanya dipublikasikan menyebutkan, jumlah pekerja honorer dan kontrak di rumah sakit milik Pemko Medan itu sekitar 800 orang dan 100 orang dibagian cleaning servise. “Sudah masuk bulan ke-5, kami tidak menerima gaji. Kami kan juga punya keluarga dan perlu makan,” katanya.

Pendemo lainnya mengaku, pimpinan dalam aksi yang dilakukan mereka tidak ada. Penyampaian orasi itu tergerak dari keinginan sendiri karena kebutuhan hidup sudah mendesak.

Loading...

“Tanpa dikomando, tiba-tiba saja kami berkumpul melakukan demo. Biasalah, masalah perut sejengkal yang di rumah. Biasanya pembayaran honorer per 3 bulan, namun ini sudah masuk bulan ke-5,” cetus perempuan berbadan gempal itu.

Parahnya lagi, pada saat lebaran mereka tidak menerima gaji triwulan dengan alasan belum turun dari atas.
“Seharusnya pihak rumah sakit, sudah mewanti-wanti agar mengajukan gaji kami agar pembayaran tidak telat. Padahal itu yang dibutuhkan buat merayakan lebaran,” imbuhnya lagi.

Sebelum mengakhiri wawancara, dia membocorkan pemicu mereka turun ke jalan melakukan aksi. Bahwa beredar isu, pihak rumah sakit akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran.
“Jadi kami (Tenaga honorer, red) yang sudah lama mengabdi, takut diintimidasi pihak rumah sakit,” cetusnya.

Terpisah, Humas RSU Pringadi, Edison Perangin-angin ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan, seluruh gaji tenaga honorer akan dibayarkan pada hari ini, Jumat (5/10). “Gaji honorer kan dari pembayaran BPJS, dan tadi baru kliring uangnya. Besok sudah bisa diambil, kan ada mekanismenya tuk pembayaran gaji honorer,” cetusnya.

Dewan Minta RSU Pirngadi Diaudit

Pengelolaan manajemen di RSU Pirngadi dianggap buruk. Ini menyusul belum dibayarnya ratusan tenaga honorer di rumah sakit itu selama 5 bulan.

“Ini bukti buruknya manajemen Pirngadi. Ada inidikasi salah urus di tubuh RSUD Pirngadi,” ucap anggota Komisi B DPRD Medan, Jumadi menyikapi unjuk rasa ratusan honorer RSU Pirngadi ke Kantor Walikota Medan.

Jumadi berjanji, DPRD Medan akan mendalami permasalahan ini. “Kita minta juga Pirngadi diaudit,” jelas Jumadi.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera Kota Medan ini menyebutkan, tidak dibayarnya honor pekerja juga mencoreng wajah Pemko Medan. Jumadi melihat pihak RS Pirngadi sangat tidak manusiawi dengan tidak dibayarnya honor pegawainya hinga lima bulan.

“Kalau terlambat mungkin bisa ditolelir. Tapi dengan belum dibayar honornya selama lima bulan, pekerja itu mau makan pakai apa, untuk ongkos kerja saja mungkin mereka harus berutang,” ucapnya yang berjanji secepatnya meminta penjelasan RS Pirngadi dalam persoalan ini. (irawan/bar)

Loading...