70 Ribu warga di Kepulauan Nias tak punya e-KTP

22

Budiman – Medan | Fakta miris diungkapkan legislator Sumut, Philips PJ Nehe. Jelang Pilkada serentak 27 Juni 2018, masih ada 70 ribu warga Nias, Nisel, Nias Utara, Nias Barat dan Kota Gunung Sitoli, yang tak punya e-KTP.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan, bila dalam tempo 2 bulan kedepan masalah itu tidak dibereskan KPU Sumut, maka akan jadi preseden buruk dalam Pilkada serentak 2018.

Kepada M24, baru-baru ini di gedung dewan, Jln Imam Bonjol Medan, Philips menilai, kepemilikan e-KTP adalah hak asasi manusia. Negara berkewajiban mendata penduduk sekaligus memberikan hak-hak rakyat tersebut. “Kami harap KPU Sumut dan Disdukcapil 5 daerah setempat, segera mengambil tindakan. Paling tidak mengeluarkan surat keterangan (Suket),” tegas Philips.

Menurut dia, Suket bisa dikeluarkan karena diatur dalam ketentuan PKPU yang baru. “Waktu Pilkada tinggal 2 bulan lagi. Tolong Disdukcapil keluarkan Suket, supaya 70 ribu rakyat Kepulauan Nias tidak kehilangan hak-hak politiknya,” imbau Philips.

Legislator asal Dapil Sumut VIII, Kepulauan Nias itu, mengingatkan, tolok ukur keberhasilan KPU Sumut menggelar Pemilu, hanya dapat dilihat dari tingkat partisipasi masyarakat menggunakan hak pilih.

Saat ini, lanjut Philips, dari 33 kab/kota di Sumut, sebanyak 2 juta warga Sumut juga terancam kehilangan hak pilih, akibat tidak punya e-KTP. Artinya, kualitas Pemilu wajib dimaksimalkan dengan cara mencari jalan keluar, atas persoalan e-KTP atau hak pilih warga.

“Saya minta KPU Sumut dan Disdukcapil jangan anggap remeh dengan hak pilih rakyat. Tolong cepat fasilitasi kepemilikan e-KTP warga, supaya bisa ikut Pilkada. Jemput bola dong, jangan biarkan rakyat kebingungan. Bantu dan permudah hak-hak rakyat,” cetus Philips.

Bagi dia, ironis sekali melihat kepala daerah selalu bangga mempersiapkan rencana-rencana pembangunan, namun abai masalah klasik, semisal data kependudukan valid. “Bagaimana mungkin kepala daerah membangun bila tak punya data kependudukan yang baku,” sindir Philips.

Loading...