AKBP Hilman Sebut Semua yang Terlibat Korupsi Traffic Light Bakal Diseret

SIDIMPUAN-M24 | Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Hilman Wijaya menegaskan, menyusul ditahannya Kepala Dinas Perbuhubungan (Kadishub) Padangsidimpuan terkait kasus dugaan korupsi alat pemberi isyarat lalu lintas (traffic light), bakal ada tersangka baru.

“Semua yang berkaitan dengan kasus itu bakal diseret,” tegas Hilman kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Rabu (1/8).  Dia menjelaskan, tindakan penyelidikan terkait kasus dugaan korupsi prpyek traffic light ini mengacu pada temuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tahun 2015. Dimana BPKP menemukan adanya penyelewengan anggaran pembangunan traffic light, terutama di kawasan pos kota Jln Merdeka, Kec Padangsidimpuan Utara, atau yang biasa dikenal Bundaran Alaman Bolak.
Sejauh ini Kepolisian sudah mengantongi nama-nama yang bakal menyusul IH (Kadishub) dan ABL (mantan Kadishub).

Disinggung tentang identitas yang bakal menyusul diseret ke meja hukum, Hilman sekali menegaskan, semua yang berkaitan dengan proyek tersebut.
“Yang jelas selain IH dan ABL, tentunya ada sosok lain yang terlibat dalam kasus itu,” imbuhnya tanpa menyebut nama atau inisial.

Loading...

Kapolres menegaskan, pihaknya akan menindak tegas oknum-oknum yang telah merugikan negara, khususnya di Kota Salak.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan, AKP Abdi Abdillah mengatakan, tersangka yang bakal bertambah itu berasal dari oknum yang dianggap ikut dalam proyek tersebut.

Dijelaskannya, semua item pekerjaan dari proyek tersebut hampir seluruhnya melanggar aturan, seperti, sistem jaringan traffic light, sehingga sampai saat ini tidak bisa difungsikan. “Pokoknya bakal ada tersangka yang bertambah,” tandasnya.

Sebelumnya, Kadishub Padangsidimpuan IH dan mantan Kadishub ABL, ditahan oleh penyidik Polres Padangsidimpuan karena diduga terlibat korupsi proyek traffic light.

Pihak kepolisian menahan IH karena diduga ikut serta dalam menghabiskan uang negara pada proyek pembangunan traffic light sebesar Rp500 juta tahun anggaran 2015. Meskipun kasus tersebut mencuat saat ABL menjabat sebagai kepala dinas, namun IH diduga juga ikut menikmati sisa uang proyek tersebut.
Diduga pembangunan traffic light tersebut tidak sesuai dengan yang sudah ditetapkan, sehingga terjadi penyimpangan anggaran dalam proses pembangunannya. Penahanan IH dan ABL sudah melalui proses penyelidikan yang sah di mata hukum. Sejumlah saksi sudah dipanggil untuk melengkapi berkas dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara itu.

Diketahui sebelumnya, ABL dihukum 12 bulan penjara karena terbukti korupsi proyek renovasi Terminal Batunadua sebesar Rp164 juta, Ahmad merupakan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Sedangkan Lusiana Metaria Harahap selaku Direktur CV Panbar Perkasa dan Roy Sultan Siregar selaku Direktur CV Maysah Permata dihukum masing-masing selama 12 bulan penjara denda Rp50 juta subsidair 1 bulan kurungan.

Ketua Majelis Hakim, Wahyu Prasetyo Wibowo dalam persidangan di ruang Cakra III, Pengadilan Negeri (PN) Medan, beberapa waktu lalu, memutuskan ABL, mantan Kepala Bagian Humas Pemko Padangsidimpuan itu terbukti melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. (zia)

Loading...