Akses jalan menuju hunian tetap pengungsi Sinabung ditembok

KARO-M24 | Warga pengungsi Gunung Sinabung Desa Gamber, Kec Simpang Empat, Kab Karo yang menempati hunian tetap (Huntap) di Perjuman Kecikeci, Desa Ndokum Siroga, Kec Simpang Empat resah. Pasalnya, akses jalan menuju lokasi terganggu karena ditutup dengan tembok setinggi 1 meter.

Dari pengakuan salah seorang penghuni Huntap bahwa, jalan tersebut sengaja ditutup oleh salah satu keluarga yang mengklaim lahan tersebut dalam sengketa. Akibatnya, warga tidak bisa menggunakan akses jalan, khususnya kendaraan tidak bisa melintas.

“Penutupan dengan tembok sudah hampir seminggu, sejak Kamis (28/6) lalu sampai saat ini karena masih dalam sengketa,” ujarnya yang meminta namanya tida dipublikasikan ke media, Rabu (4/7).

Loading...

Sementara Ketua Aron Pembangunan Huntap Kecikeci, Hanna Pentra br Sitepu bersama warga pengungsi lainnya mengatakan, seluruh surat keterangan atas penggunaan lahan untuk dijadikan akses jalan sudah beres. Jelas saja mereka resah karena tanpa ada pemberitahuan dilakukan penutupan.

“Kenapa tiba-tiba jalan sudah ada ditutup. Padahal semua urusan suratnya sudah beres, dan kami punya surat pegangan jalan itu,” ucapnya yang mengetahui lebih jelas karena dilibatkan saat pembangunan Huntap.

Sebelumnya pada, Sabtu (30/6) lalu, tembok penutup jalan sempat di buka lagi karena ada acara adat meninggal dunia di Huntap. Namun, setelah setelah itu ditutup kembali. “Jadi kami mohon kepada pemerintah agar secepatnya menyelesaikan masalah ini,” pintanya.

Terpisah, Kepala Desa Gamber Thomas Sitepu mengimbau warganya untuk tetap bersabar dan jangan terpancing emsoi, dan tetap mengontrolnya sampai masalah tersebut di selesaikan oleh pihak pemerintah setempat.

“Masalah ini sedang dalam tahap mediasi. Pertemuan bersama muspika Kec Simpang Empat, Jumat (29/6) lalu, belum menemukan titik. Namun kita tetap berupaya bersama sama mencari jalan terbaik, karena untuk pastinya alasan uatama penutupan belum di ketahui,” ucapnya.

Ditambahkan Kades Ndokum Siroga, pihaknya bersama Kades Surbakti bahwa, mediasi yang dilakukan masih dalam penyelidikan terhadap surat-suratnya. Mereka tetap berharap warga bisa tenang sampai ada titik temu dan solusi.

Sementara itu, Kapolsek Simpang Empat, AKP Nazrides Syarif SH yang sudah mengetahui keresahan warga sudah melakukan kordinasi bersama Muspika. “Kita pihak kepolisian tetap bekerja walau laporan resmi dari warga belum kita terima. Mungkin setelah adanya laporan resmi baru kita akan lakukan pengembangan, artinya kita akan tetap melakukan upaya untuk menyelesaikan masalah ini,” cetusnya. (sekilap)

Loading...