Anggaran ditambah 60 juta, anggota dewan diberi kue kurang berkualitas

Anggota DPRDSU Rony R Situmorang SE menunjukkan kotak kue berlogo DPRDSU (M24/Budiman Pardede)

Medan |Mayoritas anggota DPRDSU keberatan atas pencantuman logo DPRDSU di kotak kue yang biasa dibagikan saat rapat resmi dewan. Selain logo, mereka juga mempertanyakan soal isi yang tak sesuai dengan kotak.

Kotak kue terlihat elit, 3 kue dalam kotak dinilai irit jenis/kualitas hingga harga yang selangit. Belum diketahui persis berapa harga kue perkotak. Namun setelah mendapat informasi pengadaan proyek kue ditangani langsung oleh Sekwan H Erwin Lubis dan Kabag Keuangan Nirmaraya. Juga belum bisa mengkonfirmasi ke-2 pejabat Setwan DPRDSU itu.

“Setahu saya harganya Rp12-15 ribu Bang. Isinya 3 kue, 1 air mineral gelas dan 1 tissu kecil. Kalo logo DPRDSU dulunya gak dicantumkan. Heran juga kenapa sekarang disablon di kotak kue,” terang sumber di Setwan DPRDSU, Jumat (29/9).

Loading...

Sumber yang minta namanya tak diungkapkan ini juga mengatakan kualitas 3 kue memang sudah banyak disoroti kalangan anggota Dewan.

“Kayak kue-kue harga Rp1.000 ajapun. Misalnya pastel, kue bobo plastik dan bika ambon. Paling mahal harganya di pasaran Rp1.500 per kue. Pastel yang kita makan pun kecil dan isinya gak padat,” ungkap sumber.

Anggota DPRDSU, Herman Sembiring SE secara blak-blakan menyatakan kecewa dengan kotak kue yang mencantumkan logo DPRDSU. Belum lagi 3 kue dalam kotak dianggapnya sangat kurang berkualitas. “Coba Anda amati, kotak kue saja yang tampak elit. Namun 3 kuenya irit kualitas sementara harga selangit. Saya kecewa,” sesal Herman, kemarin (25/9).

Politisi PDIP itu pun mempertanyakan kenapa ada logo dan tulisan DPRDSU di kotak kue. “Apa tidak ditender atau DPRDSU punya home industry sendiri? Sekwan dan Kabag Keuangan jangan aneh-aneh dong. Saya rasa salah,” sindir Herman.

Reaksi lebih keras dilontarkan anggota Komisi A DPRDSU, Rony R Situmorang SH. Bagi dia, saat Kabag Keuangan Nirmaraya menjabat Plt Sekwan dan hadir RDP beberapa bulan lalu, Komisi A telah meminta agar kualitas kue diperbaiki.

Tapi Nirmaraya disebutnya tidak melakukan arahan Komisi A. Dan ketika Sekwan Erwin Lubis menjabat, lanjut Rony, selain kualitas kue masih tak sesuai harapan, muncul pula logo/tulisan DPRDSU di kota kue.

“Saya mau tanya Pak Sekwan sekarang, sejak kapan DPRDSU jadi toko kue ? Penambahan uang kue sekira Rp60 juta loh di P-APBD Sumut 2017,” ungkap Rony dengan nada tinggi.

Politisi Partai Demokrat ini yakin, merek pengadaan kue sebelumnya dan sekarang tentu berbeda. “Dulu berapa harga kue per kotak ? Sekarang berapa ? Saya menilai ada pemborosan dan pembohongan publik,” cetusnya.

Dia memastikan, Sekwan DPRDSU dan Kabag Keuangan DPRDSU seyogianya tahu bahwa logo DPRDSU tidak boleh dicantumkan pada kotak kue.

“Ada apa ini? Atau apa ada dengan mereka berdua ? Seolah-olah DPRDSU punya toko kue. Kuenya 3, 1 aqua gelas dan harganya setahu saya Rp. 12 ribu/kotak. Tapi kurang pas jenisnya. Sangat tidak cocok dan kurang berkualitas,” terang Rony. (sumber:metro24)

 

Loading...