Dana Swakelola Dinas Bina Marga Dan Bina Kontruksi Sumut Rp109 M, diduga dikorupsi 

81

Untuk pemeliharaan jalan dan jembatan

MEDAN | Dana swakelola yang dianggarkan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut tahun 2016 senilai Rp109.390.594.521 yang diperuntukan untuk pemeliharaan jalan dan jembatan yang tersebar di sluruh Kabupaten/Kota di Sumut dipersoalkan.

Pasalnya, dana ratusan miliar yang dikucurkan untuk pemeliharaan jalan dan jembatan diduga dinikmati oleh oknum-oknum di Dinas Bina Marga dan Bina Konstuksi Sumut.

Atas perihal tersebut, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) diminta segera menyelidiki dugaan permainan anggaran dana swakelola di Dinas Bina Marga dan bina Konstruksi sumut.

“ Diminta Kejati sumut untuk turuntangan menyelidiki dugaan permainan anggaran pemeliharaan jalan dan jembatan di Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut. Ungkap dan tangkap oknum-oknum di Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut yang menikmati dana pemeliharaan tersebut,” kata Ketua Forum Anggaran Rakyat Sumatera Utara (FARASUT), Lilik Misnayadi kepada wartawan, kamis (27/7/2017).

Dikatakannya, elemen masyarakat sudah menyampaikan atau melaporkan serta berunjukrasa adanya dugaan tersebut ke Kejati Sumut. Sesuai tugas pokok dan fungsing (tupoksi), Kejati Sumut segera menyelidiki adanya dugaan tindak pidana korupsi di Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut.

“ Masyarakat masih percaya dengan Kejati Sumut dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Kepercayaan masyaraka itu harus menjadi pemicu kejati sumut mengusut dugaan korupsi yang ada di Sumut, terkhusus di Dinas bina Marga dan Bina Konstuksi Sumut,” sebutnya.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut, Abdul Haris Lubis ketika dikonfirmasi melalui selulernya 085262724XXX tidak bisa dihubungi. Hingga berita ini dimuat, yang bersangkutan belum bisa dihubungi.

Pernah Didemo

Sebelumnya, puluhan massa tergabung dalam Jaringan Masyarakat Mandiri (JMM) Sumut berunjukrasa ke kantor Kejati Sumut Jalan AH Nasution, Medan Johor, selasa (16/5).

Dalam tuntutannya, JMM Sumut melalui kordinator aksi, Fahrur Rozi Harahap menyampaikan Dinas Bina Marga Sumut yang kini berubah menjadi Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut pada tahun 2016 menganggarkan dana melalui swakelola Rp109.390.594.521.

Dana tersebut untuk pemeliharaan jalan dan jembatan yang tersebar diseluruh Kabupaten/Kota di Sumut. “Anggaran pemeliharaan jalan dan jembatan yang begitu besar menjadi ‘bancakan’ oleh oknum di Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut. Pada gilirannya hanya memperkaya diri dan kelompok mereka,” sebut Fahrul.

Memperkuat dugaan, proyek pemeliharaan jalan dan jembatan merupakan ‘banjakan’ oknum Dinas Bina Marga dan Bidang Konstruksi Sumut. JMM Sumut melakukan investigasi diantaranya, pada 10 November 2016, pemeliharaan jalan di Kabupaten Padang Lawas sepanjang 152,50 KM telah dikerjakan dengan pagu anggaran Rp8.828.500.000.

Akan tetapi pada April 2017 jalan tersebut amblas sepanjang lebih kurang 20 meter dan lebar lebih kurang 2,5 meter. Dan untuk kota Padangsidempuan terdapat tiga titik pemeliharaan dengan anggaran senilai Rp1,15 miliar, yaitu Jalan AH Nasution sepanjang 10 KM, Jalan Batunadua-Hutaimabru sepanjang 8 KM dan Jalan Hutaimbaru-Hasopan sepanjang 5 KM.

“Kami melihat jalan yang sudah selesai masa pemeliharaanya telah mengalami kerusakan atau berlubang. Ini ada apa,” ujarnya. Ditambah lagi, di Kabupaten Padang Lawas Utara, Dinas Bina Marga menganggarkan Rp7,652.330.000. Akan tetapi jalan di Padang Lawas Utara sangat memprihatinkan.

(sumber : monitor)

Loading...