Demi Memenuhi Kebutuhan Sehari-hari, Petani Sawit Beralih ke Ubi Kayu

Wabup Sergai terima kunjungan Tim PASPI (M24-Darmawan)

SEI RAMPAH-M24 | Petani sawit yang menjadi mata pencaharian sebagian masyarakat Serdangbedagai, lahannya sudah direplanting. Sementara waktu, demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, maka ditanami ubi kayu.

Menurut Wabub Sergai, Darma Wijaya, alihfungsih lahan masyarakat dari kelapa sawit menjadi ubi kayu, akibat banyaknya pabrik-pabrik pengolahan ubi kanyu menjadi tapioka di Sergai. “Semua pabrik tersebut mudah untuk mengaksesnya, sehingga tidak perlu banyak membutuhkan biaya dalam pengangkutannya,” papar Darma, saat menerima kunjungan Tim Palm Oil Agribusiness Strategic Pilicy Institute (PASPI), di Aula Sultan Serdang, Senin (8/10).

Selain dekat, kata Darma, dalam penjualannya, ubi kayu juga mudah dalam proses budidaya. Dengan menggunakan traktor,, masyarakat sudah bisa menanam ubi kayu. Perawatannya juga sangat mudah. Hanya dengan memupuk dan membersihkan rumput saja. Dalam kurun waktu 8-11 bulan ubi sudah dapat dipanen.

Loading...

Sebelumnya, Kadis Pertanian Sergai, Radianto Panjis, menyampaikan, perkebunan rakyat sebenarnya melebihi data statistik yang ada seluas 12.776 Ha. Karena sebahagian tanaman kelapa sawit di tanam di wilayah kawasan hutan, seperti di Kecamatan Sipispis, Kotarih, Silinda, Bintang Bayu, Serbajadi (Pegunungan) serta Kecamatan Tanjung Beringin, Teluk Mengkudu dan Bandar Khalifah (Pantai).

Kondisi tanaman kelapa sawit rakyat saat ini bervariasi, mulai dari tanaman belum menghasilkan kurang lebih 10%, tanaman menghasilkan kurang lebih 85%, serta tanaman tua rusak dan tidak menghasilkan kurang lebih 5%. Produktivitas rata-rata untuk seluruh umur tanaman sekitar 14 ton TBS/Ha/tahun. (darmawan)

Loading...