Dibangun di Tiganderket Karo, Proyek Pengendali Lahar Dingin Sinabung Rp280 M Diprotes Warga

19

KARO-M24 | Proyek pembangunan Sabo DAM pengendalian aliran lahar dingin Gunung Sinabung, dengan kontrak Rp280 miliar dikritik warga dan relawan Sinabung.

Bahkan, proyek di Kecamatan Tiganderket, Lingkar Sinabung, Kabupaten Karo, yang ditandatangani Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II, PT PP dan PT Brantas itu, diminta tidak dipaksa dilanjutkan. Karena tidak akan berfungsi maksimal. Pasalnya tiga sekat-sekat Sabo DAM gampang tersumbat material lahar Sinabung.

“Sungguh sangat disayangkan, pembangunan Sabo DAM yang menelan dana cukup besar mencapai Rp280 miliar, tapi sangat gampang tersumbat material. Buat apa dana dihabiskan sangat besar sementara fungsinya sebagai pengendali banjir laharan tidak bisa diharapkan sebagaimana mestinya,” ungkap Kepala Desa Perbaji, Kecamatan Tiganderket, Martin Ginting, diamini sejumlah warga, Jumat (24/8).

Bahkan, katanya, akibat tiga sekat-sekat sabo DAM tersumbat, lahar dingin meluber ke kawasan pemukiman penduduk maupun kawasan pertanian warga. “Saya sudah beberapa kali mempertanyakan dan mengingatkan konstruksi model Sabo DAM yang terdapat sekat-sekat rawan tersumbat, karena material laharan gampang menyangkut. Sehingga laharan mudah meluber ke permukaan. Lahar dingin yang besar akan mudah tersumbat, otomatis meluber dan membahayakan pemukiman dan kawasan pertanian warga,” ujarnya.

Senada, Relawan Sosial Gunung Sinabung, Dedi Fernando Ginting, menambahkan, bangunan Sabo DAM di wilayah lereng kaki Gunung Sinabung, perlu dikaji ulang. Bangunan dengan anggaran sangat besar itu, bila dipaksakan dilanjutkan akan percuma.

“Saya dengar model Sabo DAM di kaki Gunung Sinabung konsepnya dari Jepang. Jelaslah tidak sama, mungkin disana (Jepang-red) banjir lahar tidak disertai bongkahan kayu maupun batu-batu dan material lainnya. Dikhawatirkan banjir batu dan kayu datang bersamaan bersama gelombang banjir lahar dingin dari kaki gunung,” urainya.

Seperti diketahui, dua paket proyek pengendali banjir lahar dingin Sinabung (Sabo DAM) mencapai Rp280 miliar (dua paket) dengan rincian, masing-masing memiliki nilai kontrak Rp170,92 miliar dan Rp111,18 miliar. Pembangunan tersebut terdiri dari berbagai jenis, yakni Sabo DAM Konsolidasi (DK), Sabodam DAM Konsolidasi Oprit (DKO), Sabodam DAM Pengendali Sedimen (DPS) dan Sabo DAM DAM Konsolidasi Irigasi (DKI). (sekilap)

Loading...