Dicalonkan Cawapres, UAS: “Biarlah Saya Jadi Penceramah Saja”

8

SIDIMPUAN-M24 | Ustadz Abdul Somad Batubara (UAS) kembali menegaskan sikapnya atas rekomendasi Forum Ijtima Ulama dan tokoh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) menjadi calon wakil presiden (Cawapres). UAS menyatakan lebih memilih fokus pada dunia dakwah dan pendidikan dibanding urus politik.

Seperti diketahui ada dua cawapres yang diajukan GNPF, yaitu Ustadz Abdul Somad dan Habib Salim Segaf Al Jufri, politikus PKS. Sementara, Prabowo Subianto menjadi Capres pilihan GNPF. Ustadz Somad yang lahir di Asahan, Sumatra Utara, mengapresiasi GNPF Ulama yang berhasil mengubah citra umat Islam di Indonesia. Kaum Muslimin yang tadinya tampak seperti massa mengambang, kini lebih bersatu dengan arahan para alim ulama.
“Selamat, ternyata kerumunan sudah berubah menjadi barisan kekuatan,” kata Ustadz Somad, di hadapan jamaah Sholat Subuh di Masjid Raya Al Abror Kota Padangsidimpuan, kemarin (5/8).

Lulusan S-1 Universitas al-Azhar (Mesir) ini memuji ketokohan Prabowo Subianto dan Salim Segaf. Menurut dia, pasangan itu menyimbolkan persatuan yang erat dan seimbang dari unsur-unsur identitas kebangsaan Indonesia.Prabowo dan Habib Salim dinilainya sebagai pasangan tawazun (seimbang) antara ketegasan tentara dan kelembutan ulama, Jawa dan non-Jawa, nasionalis-religius plus barokah darah Nabi Shalallahu’Alaihi wa Sallam dalam diri Habib Salim.

UAS mengaku lebih menyukai posisinya sekarang sebagai dai yang tidak berpolitik praktis. Peran mubaligh tidak kurang signifikannya dalam menghadirkan kesejukan di tengah masyarakat. Juga, memberikan nasihat-nasihat kepada para pemimpin.
“Biarlah saya jadi suluh di tengah kelam, setetes embun di tengah Sahara. Tak sungkan berbisik ke Habib Salim. Tak segan bersalam ke Jenderal Prabowo,” ujarnya.

Sebelumnya GNPF Ulama tetap mengupayakan menarik Ustaz Somad menerima rekomendasi yang sudah dikeluarkan. Pada Jumat (3/8) pekan lalu, perwakilan GNPF Ulama bertemu Ustaz Somad di Palembang. Mereka mendiskusikan seputar rekomendasi Ijtima’ Ulama dan Tokoh Nasional.

Pada pertemuan selama sejam itu, Ustadz Somad masih bertahan pada opsi menolak maju pada Pilpres 2019. Ustadz Somad kembali menegaskan dukungan terhadap pasangan alternatif dari ijtima tersebut, yakni Prabowo dan Salim Segaf.UAS memberi sinyal dia bersedia bila suatu waktu diminta mengampanyekan Prabowo-Salim Segaf pada Pilpres 2019. Duet kedua tokoh itu, tegas Ustaz Somad, menyimbolkan persatuan nasional yang seimbang dalam mewakili unsur-unsur kebangsaan.

Ketua Umum GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak menjelaskan penolakan sebagai calon wakil presiden menunjukan sikap Ustadz Abdul Somad sebagai ulama yang rendah hati dan tidak berambisi mengejar jabatan dan kekuasaan.
“Kalau Abdul Somad biarlah menjadi penceramah saja,” penegasan itu kembali dilontarkan Ustadz Abdul Somad sembari tersenyum di hadapan jamaah Sholat Subuh di mesjid terbesar di Padangsidimpuan. Pernyataan tersebut terucap ketika menjawab pertanyaan dari salah seorang jamaah. UAS mengatakan, dengan menjadi penceramaah seperti saat ini, maka akan lebih banyak do’a kebaikan yang akan dia terima dari para jamaah.
“Saya akan selalu didoakan oleh jamaah yang datang mendengarkan tausiah,” tandas UAS ketika menjawab pertanyaan yang ditulis melalui selembar kertas itu.

Apresiasi Bupati Tapsel
Terpisah, UAS memberi apresiasi kepada Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M Pasaribu yang telah menghidupkan syiar-syiar islam di daerahnya. “Salut, dua periode memimpin Bupati Syahrul terbukti giat laksanakan safari Ramadhan, safari Muharram, safari Maulid Nabi Muhammad dan lainnya,” kata UAS daam acara Tabligh Akbar di Lapangan Sepakbola Siuhom, Kec Angkola Barat, Sabtu (4/8) sore lalu.

Menurut UAS, Bupati Tapsel sangat berhasil mempertahankan budaya serta sifat islami tersebut. Ini tergambar dari tata krama dan cara berpakaian masyarakatnya. “Saya melihat dan manilai nilai-nilai luhur keislaman masyarakat daerah ini masih melekat dan terjaga dengan baik, ini harus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan,” ujar UAS.
Tabligh Akbar mengahdirkan UAS ini diinisiasi Wakil Gubernur Sumut terpilih Musa Rajek Syah (Ijek) dan KNPI Tapsel dihadiri puluhan ribu jamaah. “Tapanuli Selatan patut menjadi contoh tauladan bagi daerah lain di Sumut,” kata UAS.

UAS juga mengajak seluruh ummat islam untuk merapatkan barisan dan bersatu dan kompak. “Dengan persatuan dan kesatuan serta kekompakan, yakinlah Islam akan dapat lebih kuat. Sebab, islam adalah rahmatal lil alamin, rahmat bagi sekalian alam,” kata UAS disambut semangat takbir puluhan ribu jamaah.

Sebelumnya Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu SH mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada almukarrom Ustadz Abdul Somad di bumi Tapsel.
Diungkapkan Syahrul bahwa kehidupan antarummat beragama di Tapsel cukup terjaga dengan baik.

Sementara Ketua Komisi VII DPR-RI H.Gus Irawan Pasaribu dalam kesempatan itu tidak lupa mengucapkan selamat datang kepada Ustadz Abdul Somad dengan harapan kehadiran sang penceramah dapat membawa berkah bagi Tapsel, utamanya dalam syiar islam.
Dalam Tabligh Akbar juga hadir Ketua Majelis Amanat USU H Panusunan Pasaribu, Forkopimda, Ketua/Wakil Ketua DPRD Tapanuli Selatan, MUI, TP.PKK Tapsel, Ormas-ormas pemuda, agama dan lainnya. (zia)

Loading...