Diguyur Hujan 3 Jam Terendam, Penanganan Jalan Perniagaan dan Dagang Lamban

KARO-M24 | Sebagian rumah warga di Kota Berastagi digenangi air setinggi betis orang dewasa, setelah hujan mengguyur, Selasa (21/8) pukul 16.30 WIB-19.30 WIB.

Di antaranya, rumah S Karokaro dan Kim Jong, warga Jln Perniagaan Brastagi. Menurut mereka, hujan yang baru kali ini mengguyur Kota Berastagi, bahkan hampir 2 bulan tidak ada hujan.

“Hujan kali ini sangat menyengsarakan kami warga Jln Perniagaan ini,” ungkapnya kepada wartawan, kemarin.

Loading...

Sebab, katanya, drainase sudah tidak berfungsi lagi. “Bahkan saya tengokpun tadi ke lobang drainase itu, sudah penuh kali sampahnya dan tanahnya,” ucapnya.

Dulu pun, katanya, pernah juga kejadian begini. Bahkan keluhan ini pun sudah pernah disampaikan kepada Camat Brastagi dan Lurah TL Mulgap II. “Tapi sampai hari ini, Selasa (21/8), belum ada tanggaan dari camat atau lurah setempat, untuk menindaklanjuti permasalahan ini,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, T Sembiring, salah satu sopir anggkutan pedesaan, ketika disambangi M24, mengatakan, kebanjiran ini bukan baru kali ini saja. Asal datang hujan deras, setengah jam saja lamanya, genangan air sudah pasti ada. Drainase ini tidak sanggup lagi menampung air hujan, karena sudah dipenuhi sampah dan tanah.

“Makanya kami mohon kepada instansi terkait, baik PU, camat dan lurah setempat, supaya keluhan masyarakat yang ada di seputaran Jln Perniagaan dan Jln Perdagangan, bisa teratasi, tanpa menunggu waktu lama. Kalau serius menangani masalah ini, cepatnya selesainya, mungkin mereka tidak serius menanggapi keluhan masyarakat ini,” ujarnya.

Sedangkan Lurah TL Mulgap II, Kasman Sembiring, melalui selulernya mengatakan, pihaknya akan cek lapangan. “Kalau ada nanti yang tersumbat, kita adakan nanti gotong-royong,” ucap Kasman.

Terkait ini, sebelumnya telah datang ke warga Selasa (21/8) pukul 10.30 WIB, surat berisi imbauan untuk mengorek dan membersihkan parit di depan rumah/toko masing-masing, pada Jumat (24/8). Surat tersebut ditandatangani lurah setempat. Sementara, Camat Berastagi, Mirton Ketaren, ketika dikonfirmasi M24, kemarin (20/8) malam melalui watsapnya, megatakan, akan menggunakan semprot pemadam.

“Bagenda, mungkin enggo sumbat saluran pembuang, jadi pagi cek kami ras Dinas PU. Gelah tembak pakai semprot pemadam selain sade gotong royong ras masyarakat senina. (Begini, mungkin sudah sumbat saluran pembuangan, jadi besok kami cek bersama Dinas PU. Biar ditembak pakai semprot pemadam ditambah lagi gotong-royong sama masyarakat saudara,” papar Mirton.

Tetapi sampai berita ini dikirim ke redaksi, kegiatan gotong-royong atau penyemprotan, belum terlihat dilaksanakan. (sekilap)

Loading...