Diperlakukan Istimewa, Terdakwa Penista Agama Cuma Dituntut 1,5 Tahun Penjara

21

PN MEDAN-M24 | Terdakwa kasus penistaan agama Islam, Meliana tak kuasa menahan tangis saat menjalani sidang tuntutan di ruang Cakra I Pengadilan Negeri Medan. Pasalnya, Meliana dituntut hukuman selama 1,5 tahun penjara oleh Tim Penuntut Umum Kejari Tanjungbalai, Senin (13/8).

Dalam tuntutan yang dibacakan salah seorang jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Tanjungbalai, wanita keturuna Tionghoa ini terbukti bersalah karena perbuatannya sehingga menimbulkan keriocuhan di Kota Tanjungbalai pada Juli 2016 lalu. Jaksa menyebutkan terdakwa mempersoalkan suara azan dari Masjid Al-Maksum.

Sesuai tuntutan yang dibacakan, terdakwa menyatakan keberatan atas suara azan dari masjid yang disampaikan kepada Kasini seorang warga dan kemudian diteruskan kepada pengurus masjid.

Selama pembacaan tuntutan, terdakwa tampak menangis dengan beberapa kali menghapus air matanya sampai pembacaan tuntutan selesai dibacakan. Usai persidangan Majelis Hakim yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda pembelaan terdakwa.

Sementara itu, JPU Kejari Tanjungbalai, Anggia ketika ditanya terkait pokok materi yang memberatkan dan nama jaksa yang membacakan tuntutan terkesan menghindar. Bahkan, ia menyarankan agar langsung menanyakan ke Kasi Penkum Kejatisu.

“Kalau mau konfirmasi coba tanyakan sama Kasi Penkum Kejatisu, ya,” ucapnya sembari berlalu dari ruang sidang.

Sementara itu, sejumlah pengunjung sidang terlihat protes kepada serang jaksa yang diketahui Kasi Intel Kejari Tanjungbalai, Hardiansyah dikarenakan memperlakukan terdakwa dengan istimewa sehingga Meliana tidak diborgol dan tidak memakai baju tahanan saat menjalani sidang.

Saat dikonfirmasi, Kasi Intel Kejari Tanjungbalai, Hardiansyah menyatakan tidak ada perlakuan istimewa terhadap terdakwa.

“Maaf bu dan bapak, tidak ada perlakuan istimewa. Saya pastikan dia diborgol sampai ke ruang tahanan,” terangnya.

Saat disinggung mengapa terdakwa tidak mengenakan baju tahanan dan tuntutan yang diberikan terlalu ringan, Hardiansyah menyebut tuntutan sudah sesuai ketentuan. Bahkan, Hardiansyah juga enggan memberitahu nama jaksa yang membacakan tuntutan terdakwa.

“Itu telah sesuai ketentuan. Maaf teman-teman ini bukan wilayah kerja saya,” ucapnya sembari meninggalkan gedung pengadilan dari pintu belakang.

Terpisah, penasehat hukum, Ranto merasa keberatan dengan tuntutan yang dibacakan jaksa.

“Kita keberatan karena tidak ada saksi yang melihat dan hanya berdasarkan surat pernyataan saja,” ucap Ranto kepada wartawan. (tiopan)

Loading...