Dirut PD Pasar Tolak Panggilan Pansus LKPj

MEDAN-M24 | Direktur Utama PD Pasar Medan, Rusdi Sinuraya tidak memenuhi panggilan Pansus LKPj terkait pelecehan terhadap DPRD Medan. Jika tetap mangkir pada panggilan terakhir, DPRD akan meminta kepolisian menjemput paksa Rusdi.

Ketua Pansus LKPj TA Rajudin Sagala mengatakan, persoalan terkait ‘pelecehan’ Dirut PD Pasar terhadap institusi DPRD Medan belum selesai. Anggapan Dirut PD Pasar bahwa persoalan ini tidak dipermasalahkan lagi adalah salah besar.

“Pemanggilan pertama terhadap Dirut PD Pasar adalah dalam rangka klarifikasi terkait beredarnya pemberitaan yang memojokan DPRD Medan secara institusi. Kita panggil Dirut PD Pasar dan mereka menjelaskan bahwa tidak pernah melontarkan pernyataan seperti yang dimuat sejumlah media,” jelas Rajudin.

Loading...

Persoalan ini, kata Rajudin, belumlah selesai meski sejumlah anggota DPRD Medan dan Diteksi PD Pasar sudah bersalaman. “Jadi anggapan Dirut PD Pasar persoalan ini sudah selesai adalah salah besar, adapun salaman itu dalam rangka silaturahim biasa karena masih dalam suasana lebaran dan wajar jika setelah rapat salaman. Adapun inti persoalan ‘pelecehan’ terhadap DPRD Medan belum lah selesai,” jelas politisi PKS ini.

Sebab, setelah rapat tersebut, Pansus mengumpulkan bukti dan ternyata ditemukan adanya rekaman wawancara media dengan Dirut PD Pasar serta sejumlah kliping media massa cetak dan elektronik.
“Pemanggilan ini adalah dalam rangka konfrontir kami kepada Dirut PD Pasar. Kita akan tunjukan bukti rekaman dan kliping pemberitaan yang memuat pernyataan tidak berdasar Dirut PD Pasar terhadap institusi DPRD Medan, karena dalam pertemuan pertama Dirut PD Pasar bersikukuh tidak melakukan penghinaan,” ucapnya.

Rajudin melanjutkan, pihaknya akan melayangkan lagi panggilan ketiga kepada Dirut PD Pasar Kota Medan. “Kita sudah koordinasi dengan sekretariat, surat pemanggilan sudah di meja pimpinan. Kemungkinan Senin ditandatangani dan Selasa pekan depan pemanggilan ketiga dijadwalkan,” ucap Rajudin.
Jika pada panggilan ketiga ini Dirut PD Pasar tidak hadir, Rajudin mengatakan pemanggilan selanjutnya kemungkinan akan dilakukan panggilan paksa sesuai dengan aturan yang ada. “Kita akan upayakan panggil paksa oleh pihak kepolisian,” jelasnya.
Dijelaskannya, penyelesaian permasalahan ini perlu dituntaskan agar citra dan hubungan harmonis DPRD Medan dan Pemko Medan terpelihara.
Jika tidak disikapi dengan bijak, Rajudin menyebut persoalan ini bisa bermuara ke Wali Kota Medan. “Kita minta Wali Kota tidak mempertahankan pejabat yang hanya akan memperburuk citra Pemko Medan di publik,” bilangnya.

Sementara itu, lewat surat bernomor: 130/3656/PDPKM/2018 yang ditujukan Kepada Ketua DPRD Medan tertanggal 17 Juli 2018, Dirut PD Pasar, Rusdy Sinuraya pada butir ketiga menegaskan pihaknya sudah menjelaskan terkait kesalahpahaman pemberitaan yang timbul diakibatkan rekaman/pemberitaan.

“Bahwa dari pertemuan tersebut telah didengar pendapat dan penjelasan dari seluruh anggota DPRD Kota Medan yang hadir maupun Dirut PD Pasar Kota Medan, yang pada pokok permasalahannya bahwa Dirut PD Pasar Kota Medan menjelaskan adanya kesalahpahaman yang timbul diakibatkan rekaman/pemberitaan yang tidak benar dan Dirut PD Pasar Kota Medan tidak pernah menghina atau merendahkan anggota Pansus LKPj DPRD Kota Medan baik perorangan, Lembaga DPRD Kota Medan maupun Pimpinan DPRD Kota Medan,” bunyi surat yang ditandatangani Rusdi dan ditembuskan kepada Walikota Medan. (bar)

Loading...