Disorot ! Pejabat Inspektorat Sumut bawa pulang 15 AC

Budiman-Medan | Ketua Komisi A DPRD Sumut, HM Nezar Djoeli ST, prihatin. Bukan apa-apa, seorang pejabat Inspektorat Sumut, Barisan Sagala, membawa pulang 15 alat pendingin ruangan (AC) dari kantor Inspektorat Sumut, Jln KH Wahid Hasyim, pekan lalu.

Menurut Nezar, walau Barisan Sagala telah mengakui dan mengembalikan, toh kejadian tersebut seharusnya tak terjadi. Sebab lembaga Inspektorat berfungsi sebagai pengawas kinerja ASN/PNS.

Politisi Partai NasDem ini heran, seorang oknum pejabat Inspektorat justru mengambil diam-diam dan membawa pulang ke rumahnya AC milik kantor. Kendati barang sudah dipulangkan dan menghilangkan sanksi pidana, toh Nezar meyakini sanksi moral dan etika terhadap Barisan Sagala patut diterapkan.

Loading...

“Saya rasa Kepala Inspektorat harus memberikan peringatan keras kepada anggotanya. Peristiwa ini mencoreng institusi Inspektorat. Saya harap tidak terjadi lagi di hari-hari mendatang,” cetus Nezar kepada M24, Minggu (8/4).

Nezar mengingatkan, sangat tidak elok bila muncul justifikasi atau alasan apapun semisal diamankan dulu karena renovasi pembangunan gedung Inspektorat Sumut yang sedang berlangsung. Dalam menjalankan roda pemerintahan, lanjut Legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut I ini, ASN/PNS wajib tegas dan lugas tanpa membuat kegaduhan perilaku pada instansi masing-masing.

“Komisi A DPRDSU akan segera memanggil Kepala Inspektorat Sumut dalam waktu dekat. Kita mau menekankan kepada Kepala Inspektorat bahwa hal seperti itu tidak boleh terulang kembali,” ucap Nezar, sembari menyarankan oknum pejabat bersangkutan diganti lantaran melakukan penyelewengan terhadap aset negara.

Sebelumnya, Kepala Inspektorat Sumut, OK Hendri, saat dikonfirmasi M24, Sabtu (7/4), membantah telah terjadi pengambilan AC diam-diam oleh pejabat Inspektorat Sumut.

“Gedung kita kan sedang renovasi, jadi AC dan beberapa perlengkapan lain dipindahkan. Bukan diambil apalagi dicuri pejabat Inspektorat. Pidanalah dia kalo membawa pulang,” tepis OK Hendri melalui saluran telepon.

Loading...