Dispar Terjunkan Tim Investigasi Pantau Equator Pub & KTV

74

MEDAN-M24 | Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Medan sudah mempersiapkan Surat Perintah Tugas (SPT) untuk melakukan investigasi ke tempat hiburan Equator Pub & KTV, atas kebenaran informasi penyalahgunaan narkotika hingga ke level manajemen. Tim khusus yang diterjunkan akan memantau langsung ke lokasi di kawasan Hotel Soechi Jln Cirebon, Kec Medan Kota.

“SPT khusus ini, melibatkan pejabat berwenang untuk diterjunkan langsung melakukan penyelidikan dan investigasi,” kata Kadispar Kota Medan, Agus Suriono kepada M24, Jumat (31/8).

Penyelidikan yang dilakukan, sekaligus mencari tahu kebenaran terhadap status ke-enam terdakwa yang sudah di vonis ringan di Pengadilan Negeri (PN) Lubukpakam, merupakan karyawan di PT Tria Sumatera Corporation selaku pihak pengelola. Pasalnya, pihak management sendiri dengan sengaja menyediakan narkoba kepada pengunjung.

“Hasilnya akan dilaporkan secara berkala kepada Walikota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin. Langkah apa yang harus diambil,” ucapnya lagi.

Langkah yang diambil Dispar, lanjutnya, agar fokus dalam memberikan tindakan tegas pada pelaku jaringan narkoba. Selama ini karaoke dimanfaatkan para pengedar narkoba menjadi pasar, dengan menyediakan house music sebagai stimulan orang memakai narkoba jenis inek.

“Dengan begitu akan dilanjutkan penyelidikannya membuat surat rekomendasi pencabutan tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) atau izin usaha, ke Dinas Penanaman Modal dan Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP),” ucap Agus.

Ketika disinggung soal tudingan Dispar menerima upeti dari pihak management, sehingga terkesan tutup mata atas pelanggaran yang dilakukan. Agus minta agar bisa dibuktikan, apabila benar salah satu anggotanya ada menerima akan diberi tindakan tegas.

“Bisa dibuktikan kebenarannya, kalau ada anggota menerima pasti kita tindak sesuai petunjuk dari Walikota Medan,” bilangnya lagi.

Terpisah, Doni Sulistiana, Personnel Manager PT Tria Sumatera Corporation selaku pihak pengelola mengaku, tidak pernah mengetahui adanya peredaran narkoba dan juga menyediakan wanita penghibur untuk lelaki hidung belang. Dia menyarankan M24 untuk langsung konfirmasi ke Manager Equator Pub & KTV.

“Masalah itu saya tidak tahu sama sekali. Langsung ke manajer saja lah,” ucap Doni ketika dihubungi melalui telepon selulernya.

Diakuinya, ke-enam terdakwa berinisial LN (40) Warga Jln Rawa Cangkuk; YP (24), Warga Jln Setia Budi, Tanjung Sari, Pasar 4 Medan; E (34) warga Jln Mahoni; RJ (21) Warga Jln Cempaka, Gaperta Ujung, Medan Sunggal; RA (26), Warga Jln Brigjen Zein Hamid, Medan Johor; K (24) Warga Jln Gelas, Medan Petisah.

Kemudian, F (23) berstatus manager, Warga Jln Gatot Subroto, Medan; SR (27) Warga Jln Gatot Subroto, Medan; FH (41) Warga Jln Letda Sujono, Medan dan FN (32) Warga Jln Brigjen Katamso, Medan tersangkut masalah narkoba, pasca razia Polsek Medan Kota berhasil menyita sebanyak 22 butir inek dan 10 butir pil Happy Five (H5).

“Jadi mereka sudah tidak diterima kerja kembali di tempat itu,” bebernya.

Diketahui, para terdakwa sudah divonis 4 bulan 17 hari oleh majelis hakim PN Lubukpakam pada 16 Agustus 2018. Hukuman itu lebih ringan dari tuntutan JPU selama 6 bulan penjara. Banyak kejanggalan dari sidang tersebut, yang terkesan sengaja untuk menghindari pemberitaan dari awak media. (adlan/tim)

Loading...