Ditangkap Bersama Tukang Bangunan, Parbetor 2 Tahun Jadi Penjual Ganja

10

TEBINGTINGGI-M24 |Sunario Panjaitan alias Oyok (44) akhirnya merasakan dinginnya  dinding sel tahan. Setelah dua tahun berhasil menjual ganja, parbetor ini berhasil diciduk bersama temannya Narjo (40) tak jauh dari kediamannya di Jln KF Tandean, Kel Bandar Sakti, Kec Bajenis, Senin (20/9.

Informasi diperoleh M24 menyebutkan, penangkapan bermula ketika petugas mendapat informasi dari masyarakat yang resah atas aktivitas Sunario sebagai pengedar narkoba. Dari info itu, petugas melakukan pengintaian di kediaman Sunario. Melihat banyaknya orang keluar masuk di dalam rumah, petugas meyakini adanya transaksi narkoba di rumah Sunario.

Tak butuh waktu lama, petugas berhasil meringkus Sunario saat melakukan transaksi dengan Narjo tanpa perlawan. Petugas menemukan 2 amplop ganja dari tangan keduanya. Tidak hanya itu, penggeledehan juga dilakukan di dalam kediaman Sunario. Dari dalam rumah, petugas menemukan plastik asoy putih berisikan 2 bungkus ganja seberat 46,8 gram.

Selanjutnya, Sunario dan rekannya diboyong berikut barang bukti ke Mapolres Tebingtinggi guna diproses sesuai hukum.

Kepada wartawan Sunario mengaku dirinya menjadi pengedar sejak tahun 2016.

“Aku jual karena untuk nambah-nambah uang sampingan aja. Aku kerja narek becak, baru dua tahun ini aku ngedar,” ucap bapak empat anak ini.

Senada dikatakan Narjo, ganja yang didapat darinya hanya untuk dikonsumsi.

“Cuma itu aja punyaku, pak. Cuma untuk pakai-pakai aja, saya tidak ada menjual,” aku pria yang berprofesi sebagai tukang bangunan ini.

Kapolres Tebingtinggi, AKBP Sunadi SIK melalui Kasubbag Humas, Iptu J Nainggolan mengatakan, dari kedua tersangka pihaknya mengamankan barang bukti dua amplop ganja dan biji ganja kering serta dua bungkus plastik asoy putih berisi ganja seberat 46,8 gram.

“Keduanya ditangkap berada di salah satu rumah warga. Selain daun dan biji ganja kering, personil satres narkoba juga mengamankan barang bukti lainnya berupa satu buah kotak korek api dan satu unit HP milik kedua pelaku,” ujarnya.

Dijelaskannya, dalam pemeriksaan pelaku mengaku barang bukti diperoleh dari rekannya berinisial K (DPO).

“Selanjutnya akan kita kembangkan guna memburu bandarnya. Akibat perbuatannya kedua pelaku dijerat Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 111 ayat 1 Undang-Undang RI No 35 tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara,” pungkasnya. (agus)

Loading...