Dituding Tawarkan Seks Anak Bawah Umur, Ice Cream Garden Digrebek 71 Orang Diamankan

42

Percut-M24 | Sebanyak 71 orang diamankan tim gabungan dari Polrestabes Medan dalam penggrebekan di Ice Cream Garden di Komplek MMTC Jln Selamat Ketaren, Desa Medan Estate, Kec Percut Sei Tuan, Sabtu (11/8) sekitar pukul 23:00 WIB.

Pantauan metro24, puluhan petugas gabungan dari Polrestabes Medan, Polsek Percut, Polsek Medan Barat, Polsek Medan Timur sontak membuat kaget pengunjung di ruko berlantai tiga tersebut. Bagian bawah gedung dijadikan kafe, sedangkan lantai 2 dan 3 menyediakan hall untuk berjingkrak diiringi musik dari soudsystem yang keras.

Petugas langsung mengamankan sejumlah anak bawah umur dari diskotek tersbut berikut barang bukti berupa uang Rp2.164.000, alat DJ, lampu disko dan lain sebagainya. Setelah dilakukan tes urine, dari 71 orang yang diamankan 4 positif menggunakan narkoba.

Polisi juga memboyong pemilik ruko sekaligus pengelola lokasi berinisial SW dan JL, berikut pegawainya dengan truk untuk dilakukan pemeriksaan.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri yang dikonfirmasi enggan berkomentar. “Kita hanya ikut serta. Langsung tanyakan ke Kasat Reskrim Polrestabes Medan,” ucap Faidil Zikri singkat.

Sementara itu, Kasar Reskrim Polrestabes Medan mengatakan, razia merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat. “Setelah menerima informasi dari masyarakat, kita langsung lakukan razia. Ternyata benar di salah satu ruko di Kompleks MMTC ditemukan anak-anak bawah umur,” ujar Putu.

Saat ini, lanjut Putu, pihaknya tengah mendalami kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi termasuk pemilik ruko sekaligus pengelola lokasi hiburan tersebut.

Penggerebekan itu disambut baik warga sekitar. “Di sini sering dijadikan ajang transaksi narkoba dan minuman keras yang di dapat pengunjung dari luar,” ucap Adi, salah seorang warga sekitar.

Dari Adi diketahui, untuk masuk ke Ice Cream Garden, pengunjung dikenakan tarif Rp15 ribu dengan mendapat sebotol air mineral. Warga lain bahkan menyebut jika lokasi kerap dijadikan transaksi prostitusi anak bawah umur. “Pokoknya murah, meriah dan muda-muda,” beber pria yang meminta namanya tak disebut. (irwan/ardi)

Loading...