Dituntut 8 tahun, Ok Arya terima suap 4,1 miliar

    22

    Ansah-Medan | Bupati Batubara non aktif OK Arya Zulkarnain cuma dituntut selama 8 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsidair 3 bulan kurungan.

    OK Arya dinyatakan bersalah atas dugaan korupsi Rp4,1 miliar uang bagian dari fee proyek pekerjaan pembangunan infrastruktur di Batubara. OK Arya tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada September 2017 dari Operasi Tangkap Tangan (OTT).

    Dari OTT tersebut KPK mengamankan barang bukti uang sebesar Rp346 juta. Atas temuan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK, Ariawan Agustianto menilai OK Arya terbukti bersalah menerima suap sebesar Rp4,1 miliar dari kontraktor yang mau memperoleh proyek pekerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara.

    Dalam sidang yang digelar di ruang Cakra Utama, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (2/4) siang itu, Jaksa juga membacakan tuntutan terhadap terdakwa lainnya yakni Kadis PUPR Pemkab Batubara Helman Herdady yang dituntut selama 7 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsidair 2 bulan kurungan.

    Sedangkan, pemilik showroom Ada Jadi Mobil Sujendi Tarsono alias Ayen selaku perantara pemberian suap dituntut selama 6 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsidair 6 bulan kurungan.

    Usai pembacaan tuntutan, Ketua Majelis Hakim, Wahyu Prasetyo Wibowo menunda sidang dan melanjutkannya pada Kamis (5/4) dengan agenda pembelaan (pledoi) dari para terdakwa.

    “Kita memberikan kesempatan kepada para terdakwa untuk menyampaikan pembelaannya Kamis ini ya,” tutup majelis hakim.

    Sebelumnya, dalam kasus ini dua terdakwa lainnya selaku penyuap yakni Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar sudah divonis masing-masing selama 2 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsidair 3 bulan kurungan.

    Loading...