Equator Pub & KTV Dipastikan Tak Bisa Beroperasi

13

MEDAN-M24 | Pihak menagement Equator Pub & Karaoke menggelar meting bersama para petinggi PT Tria Sumatera Corporation, selaku pihak pengelola tempat hiburan Hotel Soechi di Jln Cirebon, Medan Kota. Mereka mencoba lobi ke Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Medan agar tidak melakukan penutupan sementara.

Sampai saat ini, permintaan salinan daftar nama ke-enam karyawan yang sudah terbukti dengan sengaja menyediakan narkoba kepada pengunjung belum juga diberikan oleh HRD, Doni Sulistiana, pasca dilakukan investigasi pada, Selasa (4/9) lalu. Belum ada jawaban pasti alasan manajemen tidak memberikannya.

“Maaf, kita lagi meting,” ucap Doni singkat ketika dihubungi melalui telepon selulernya, kemarin (6/9).

Ketika disinggung alasan belum diberikannya salinan nama-nama tersebut, Doni malah menawarkan kerjasama sekaligus makan siang dengan M24 usai sholat Jumat (7/9). Tawaran untuk membahas soal pemberitaan agar tidak dilanjuti itu, atas kebijakannya sendiri tanpa dihadiri manager Equator.

“Kita duduk bersama saja dulu, sekalian makan siang. Saya sudah paham, nanti apa hasilnya baru saya sampaikan ke manager,” ucap Doni saat menghubungi M24 melalui telepon selulernya.

Ternyata itu hanya trik Dony untuk mengelabuhi wartawan, agar bisa meredam desakan memberikan salinan nama-nama karyawan yang sudah tidak diterima bekerja lagi. Dengan begitu, dia tidak capek harus melayani pertanyaan wartawan.
Upaya untuk mendapat informasi dari Dony pun sudah tidak bisa lagi.

Terpisah, Kepala Bidang Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Medan, Lilik mengaku, pihaknya belum mendapat salinan nama-nama tersebut. Dia beralasan komunikasi belum tersambung efektif, lantaran nomor telepon seluler milik Dony tidak aktif. Dipastikannya, tim akan melakukan penjemputan paksa pekan depan.

“Pastinya tim akan kembali mendatangi Equator untuk meminta salinan nama-nama tersebut,” cetusnya.

Langkah dalam memberikan tindakan tegas pada pelaku jaringan narkoba, dengan memanfaatkan karaoke menjadi pasar yang menyediakan house music sebagai stimulan orang memakai narkoba jenis inek. Dipastikan Lilik lokasi yang merupakan fasilitas hotel tidak bisa beroperasi lagi, pasca investigasi oleh tim khusus berdasarkan Surat Perintah Tugas (SPT).

“Penindakan dari Satpol PP. Apabila salah satu izin tiak ada, dipastikan tidak bisa beroperasi lagi,” ucapnya.

Dari hasil pendalaman yang dilakukan menjadi bukti proses rekomendasi pencabutan tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) atau izin usaha ke Dinas Penanaman Modal dan Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP). Apalagi, Polda Sumut akan mengevaluasi izin keramaian yang dikeluarkan pihak kepolisian. (adlan)

Loading...