Equator Pub & KTV Terbukti Edarkan Narkoba

MEDAN-M24 | Polsek Medan Kota merazia Equator Pub & Karaoke Televisi (KTV) di Hotel Soechi, Jalan Cirebon, Kecamatan Medan Kota. 10 orang dari lokasi tempat hiburan, terdiri dari 4 pria dan 6 wanita berhasil diciduk.

Mereka pun tak bisa berkutik, saat dalam penggeledahan, polisi turut menyita puluhan butir ekstasi dan pil Happy Five (H5) dari dalam ruangan yang mereka sulap menjadi arena ‘ajojing’.

Informasi diperoleh wartawan dari kepolisian menyebutkan, seluruh pengunjung yang diamankan dan karyawan tempat hiburan malam itu, sudah berstatus tersangka.

Loading...

Diantaranya, berinisial LN (40) penduduk Jalan Rawa Cangkuk, YP (24) berstatus mahasiswa, warga Jalan Setia Budi, Tanjung Sari, Pasar 4 Medan, E (34) wiraswasta, penduduk Jalan Mahoni, RJ (21) warga Gaperta Ujung, Jalan Cempaka Medan Sunggal, RA (26) warga Jalan Brigjen Zein Hamid Medan Johor, K (24) warga Jalan Gelas Medan Petisah, F (23) warga Jalan Gatot Subroto Medan, SR (27) warga Jalan Gatot Subroto Medan, FH (41) penduduk Jalan Letda Sujono Medan dan FN (32) warga Jalan Brigjen Katamso Medan.

Kepada wartawan, Kapolsek Medan Kota Kompol Martuasah Tobing penggerebekan itu berlangsung Minggu, 25 Maret 2016, sekira pukul 01 30 WIB dinihari.

“Pada hari itu sekitar pukul 01.00 Wib, saya didampingi Wakapolsek, Kanitreskrim, Kanit Intel, Tim Opsnal Unit Reskrim beserta personel polsek Medan Kota lainnya, melakukan razia di tempat hiburan malam tepatnya E yang terletak di Jalan Cirebon,” papar Martuasah, Rabu, 28 Maret 2018.

Di lokasi itu, tim Opsnal masuk ke dalam KTV dan melakukan penggeledahan serta pemeriksaan. Saat itu di dalam KTV, ada 5 orag perempuan dan 3 orang laki-laki. Kemudian tim melakukan penggeledahan terhadap laki-laki yang belakangan diketahui berinisial LN. Dari kantong celana depan sebelah kanan LN, ditemukan 1 bungkus plastik klip sedang yang berisi pil ekstasi sebanyak 22 butir dan 10 butir pil Happy Five (H5).

Tidak itu saja, dalam penggeledahan dari kantong baju kemeja LN juga, ditemukan 1 bungkus plastik klip sedang yang berisi sisa pakai Narkotika jenis Key. Kemudian tim juga menemukan 1 butir pil H5 dari kantong celana bagian belakang sebelah kanan milik SR dan setengah butir pil ekstasi dari sela-sela kursi sofa tempat SR duduk.

Dari hasil interograsi, tersangka LN mengaku bahwa barang bukti itu dibelinya dari seorang wanita berinisial F yang akhirnya turut diamankan beberapa saat kemudian. Guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut, seluruh pengunjung yang ada di KTV, berikut barang bukti diboyong ke Mapolsek Medan Kota.

Kapolsek Medan Kota Kompol Martuasah Tobing menegaskan bahwa para tersangka akan dijerat UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. Guna pemeriksaan dan pengembangan, para tersangka ditahan di kantor polisi.

Beberapa hari diamankan di Mapolsekta Medan Kota, penahanan para tersangka dilimpahkan ke Mapolresta Medan. Anehnya, penyidik melimpahkan 6 berkas tersangka ke Cabang Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam di Labuhan Deli. Selanjutnya, Kepala Cabjari Labuhan Deli, Olan LH Pasaribu SH menunjuk Hamonangan PS sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Ke enam tersangka itu, terdiri dari tiga pria dan tiga wanita, berinisial F, SR dan FN. Dari tiga wanita itu, seorang wanita sedang hamil. Guna proses persidangan, penahanan ketiga wanita itu, dipindahkan ke Rutan Tanjung Gusta Medan.

Pelaksanaan sidang, mulai pembacaan surat dakwaan, pemeriksaan saksi, tuntutan dan vonis, terbilang relatif singkat. Semua agenda sidang itu, berlangsung pada bulan Agustus 2018. Namun, lokasi sidang, berpindah-pindah dan masih di wilayah PN Lubuk Pakam.

Sidang perdana, berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Pakam Cabang Labuhan Deli, dengan agenda pembacaan dakwaan dan pemeriksaan saksi. Disini, Metro24 sempat memfoto ke enam terdakwa, JPU dan saksi dan para hakim.

Pada sidang tuntutan dan vonis pada 16 Agustus 2018, tidak berlangsung di (PN) Lubuk Pakam Cabang Labuhan Deli. Namun, JPU menuntut para terdakwa, enam bulan penjara. Kemudian, vonis terhadap para terdakwa 4 bulan 17 hari. Jadi, hitungan jam, tiga terdakwa, F, SR dan FN langsung bisa menghirup udara segar dan keluar dari Rutan Tanjung Gusta Medan.

Ketika dikonfirmasi Metro24, Kepala Cabjari Labuhan Deli, Olan LH Pasaribu SH menyarankan agar wartawan Metro24 menanyakan langsung kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cabjari Labuhan Deli, Hamonangan PS. Namun, sejak sidang perdana itu, Hamonangan PS tidak bisa dihubungi karena hapenya tidak aktif.

Doni Sulistiana, Personnel Manager PT Tria Sumatera Corporation selaku pengelola (ic. Hotel Soechi Medan) ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya enggan berkomentar, bahkan dia juga tak membalas pesan melalui WA.

Begitujuga Kadis Pariwisata Kota Medan, Agus Suriono juga tak merespon pertanyaan wartawan soal rencana kapan akan menerbitkan rekomendasi penutupan tempat hiburan malam yang sudah terbukti mengedarkan narkoba kepada pengunjung. (adlan/tim)

Loading...