Fokus dan Jadi Perhatian Serius Pemko Tj Balai, 5 Dari 58 Kasus Gizi Buruk Meninggal Dunia

12

TJ BALAI-M24 | Berdasarkan data Dinas Kesehatan Tanjungbalai, ditemukan 58 balita penderita gizi buruk. Lima di antaranya meninggal dunia.

Tingginya angka penderita gizi buruk tersebut menjadi perhatian serius Pemko Tanjungbalai. Respon cepat penanganan gizi buruk, salah satunya dengan mengunjungi Putra, anak M Ikbal dan Nurjannah, di Jln Besi, Lingkungan V, Kelurahan TB Kota III, Kecamatan Tanjungbalai Utara.

“Putra mendapat pertolongan pertama dari Puskesmas Kampung Baru, sebelum dirujuk ke RS Dr Tengku Mansyur. Terakhir, Putra dibawa orangtuanya ke rumah sakit, Jumat (17/8),” ungkap dr Azhari, seusai berkunjung ke ruangan inap anak RSU Dr Tengku Mansyur, Senin (20/8).

Dikatakannya, penanganan gizi buruk butuh perhatian serius pihak keluarga. Kepada orangtua agar lebih memperhatikan asupan gizi. “Terutama makanan dan susu kepada anak. Hindari anak dari asap rokok di rumah,” ajaknya.

Senada, dr Amel SpA, menambahkan, seharusnya orangtua lebih fokus dan peduli terhadap kesehatan anak. Pemberian makanan bergizi dan susu, agar pertumbuhan dan perkembangan si anak semakin membaik. “Seusianya, seharusnya berat badannya saat ini 13 Kg,” urainya.

Lebih lanjut dikatakannya, pihak rumah sakit sebelumnya juga menyarankan pihak keluarga untuk membawa Putra ke rumah sakit di Medan, agar lebih mendapat pemeriksaan intensif. “Tetapi pihak keluarga menolak dengan alasan ekonomi,” ucapnya.

Melalui koordinasi dengan OPD terkait, Dinas Sosial Tj Balai langsung mengurus penerbitan Penerima Bantuan Iuran (PBI) bagi Putra. Guna mempercepat penerbitan PBI tersebut, Pemko Tanjungbalai menanggung pembayarannya.

Terkait itu, Pemko Tanjungbalai mengimbau peran serta masyarakat, melaporkan jika ada permasalahan terkait gizi buruk di lingkungannya, ke Kepling, lurah, camat dan Puskesmas setempat, agar secepat mungkin mendapatkan pertolongan.

“Kita telah menggalakkannya melalui Program Gerakan Masyarakat Sehat (Germas), Keperawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas), Program Kesehatan Keluarga (Prokesga), Paket Informasi Kesehatan Keluarga (Pinkesga) dan Program Kesehatan lainnya, guna menimalisir penanganan gizi buruk di Kota Tanjungbalai,” pungkas dr Azhari. (ambon/surya)

Loading...