Hari ini 181 KK pengungsi Sinabung ancam demo

KARO-M24 | Sebanyak 181 Kepala Keluarga (KK) pengungsi Sinabung mengancam akan melakukan aksi demo ke Kantor Bupati Karo, Kamis (12/7).

Ancaman tersebut disampaikan masyarakat pengungsi Sinabung dari Desa Gamber, Berastepu dan Guru Kinayan, yang merasa dipermainkan Ketua Tim Pendamping Relokasi Mandiri (TPRM) dan Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo.

Sesuai surat ijin aksi yang dilayangkan ke Polres Tanah Karo, unjukrasa ini akan digelar Jumat (16/7) pukul 09.00 WIB.

Loading...

“Masyarakat pengungsi Sinabung akan menuntut supaya Pemkab Karo segera mempercepat pelaksanaan relokasi mandiri lanjutan tahap II 181 KK. Dan Bupati Karo, Terkelin Brahmana, melalui Kalak BPBD Karo, mengevaluasi kinerja TPRM yang sampai saat ini belum ada progres memuaskan,” kata Pimpinan Aksi, Juna Sembiring Milala SPd.

Dikatakannya, progres relokasi 181 mangkrak, sampai hari ini yang didampingi TPRM, sudah setahun lebih berjalan, tetapi tidak ada hasil.

“Kami masyarakat pengungsi sudah jenuh dengan kinerja BPBD Karo, TPRM dan Pemda Karo. Karena Pak Presiden Jokowi telah menginstruksikan percepatan relokasi pengungsi Sinabung. Tetapi nampaknya instruksi presiden ini dianggap angin lalu oleh Pemkab Karo, karena adanya kepentingan tertentu. Sehingga Merek mengorbankan pengungsi Sinabung, terlebih mengingat kondisi pengungsi sampai saat ini masih terkatung-katung 8 tahun tanpa solusi,” paparnya.

Padahal, katanya, terkait relokasi mandiri lanjutan tahap II 181 KK, pencairan dana dari BPKAD ke rekening KPP, sampai saat ini tidak terealisasi. Sedangkan dana tersebut telah masuk melalui dana hibah ke rekening daerah sejak Juni 2017.

“Jadi sudah mengendap lebih 1 tahun, dimana kerja TPRM dan BPBD untuk operasional mereka telah mereka terima,” imbuhnya.

Disebutkannya, alasan TPRM selalu tidak masuk akal. Saat ditanya selalu menjawab dengan alasan, mereka sedang menyelesaikan administrasi yang sampai 6 bulan tidak selesai.

Koordinator Lapangan, Percaya Sembiring, menambahkan, derita mereka bukan hanya karena letusan gunung Sinabung. Tetapi derita ditambahkan pejabat Pemkab Karo. “Saya Katakan derita ini ditambah oleh pejabat penting di Pemkab Karo, apakah pengungsi akan dijadikan sebagai proyek berjalan? Cukuplah Pak Bupati Karo, derita kami ini sudah cukup,” pungkasnya.

Sedangkan Ketua TPRM, Toyib, saat dikonfirmasi wartawan melalui aplikasi WhastApp nya, mengatakan, akan lebih baik jika bertemu lamhsumg. “Sebaiknya ketemu aja kita mas. Nanti kita atur waktunya. Mohon maaf mas. Saya tidak bisa menjawab di sini. Sebaiknya kita ketemu agar semuanya terang benderang,” tandasnya. (sekilap)

Loading...