Idap Kanker Ginjal, Bocah 6 Tahun Asal Bosar Maligas Butuh Bantuan

SIMALUNGUN-M24 | Nasib malang harus diterima Marevo Sinaga. Bocah 6 tahun anak keempat pasangan Marbudi Adil Sinaga (38) dan Neni Saragih (34) ini, mengalami penyakit aneh.

Perut warga Huta Lantosan, Desa Gunung Bayu, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun ini, semakin hari semakin membesar. Bahkan fisik tubuh semakin mengurus. Marevo hanya mampu menangis akibat menahan rasa sakit yang dideritanya.

“Sejak kecil kondisi anak saya tidak seperti ini, anak saya mengalami penyakit ini baru satu tahun belakangan ini,” ungkap Neni Saragih, saat ditemui wartawan, Minggu (22/7) sore.

Loading...

Awal penyakit yang diderita Marevo, karena terjatuh. Tetapi orangtuanya tak merasa khawatir, karena hal biasa. Seiring berjalannya waktu, timbul benjolan kecil di bawah perut Morevo. Karena kondisi ekonomi, ibunya hanya membawa ke pengobatan kampung. Bukannya sembuh, tetapi semakin parah. Dengan kartu BPJS, Neni membawa Mavero ke RS Vita Insani di Pematangsiantar.

Setelah diperiksa, ternyata Morevo terkena kanker. “Dengan lemahnya ekonomi saya, saya hanya pasrah dengan pengobatan kampung, walaupun penyakit anak saya semakin parah. Awal Desember 2017 anak saya depresi dan akhirnya koma. Dengan uang seadanya saya larikan anak saya ke RSUD Perdagangan dan kemudian dirujuk ke RS H Adam Malik Medan,” tutur Neni.

Setelah 30 hari di RS H Adam Malik, Morevo melewati masa kritis/koma. Hasil pemeriksaan dokter, mengatakan, kalau anaknya mengidap penyakit kanker ginjal sebelah kanan dan harus segera dioperasi. Tetapi sebelumnya harus menjalani kemoterapi. Sayangnya obat kemoterapi belum ada di rumah sakit dan akan dihubungi kembali setelah tersedia.

Neni pun membawa pulang Morevo sambil menunggu panggilan pihak rumah sakit. Tetapi, sampai saat ini, pihak rumah sakit tidak ada kabar mengenai kemoterapi tersebut.

“Sekarang ini saya hanya bisa pasrah dan sangat berterimakasih jika ada dermawan yang rendah hati, untuk dapat membantu biaya pengobatan anak saya. Karena sampai saat ini, kami belum pernah ada bantuan dari pihak manapun,” ujar Neni sambil menangis. (john)

Loading...