Jaga Situasi Keamanan, Polisi Gandeng Tokoh Agama Berantas Pekat

Pertemuan antara Polres Dari dan tokoh agama.

SIDIKALANG-M24 | Dalam upaya menjaga situasi keamanan menjelang jalannnya proses Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Polres Dairi bersama tokoh agama (Toga) berkomitmen memberantas penyakit masyarakat (Pekat) di wilayah hukum Kab Dairi.

Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Dairi, AKP Dolly Nelson Nainggolan pada pertemuan antara Polres Dairi dan tokoh agama di RM Rico Jln SM Raja, Sidikalang, Jumat (5/10). Menurut Doly, pertemuan dengan tokoh lintas agama sebagai bentuk menyatukan persepsi dalam menjaga situasi keamanan di Kab Dairi menyambut momen polisi yang akan berlangsung.

“Situasi keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Dairi dapat terwujud dengan dukungan berbagai pihak. Sehingga, kami dan tokoh lintas agama harus saling bersinergi,” katanya.

Loading...

Dijelaskan Doly, dalam mengawal Pemilu mendatang, pemberantasan penyakit masyarakat harus dapat dilakukan sesegera mungkin. Sebab, bila terus dibiarkan maka dikhawatirkan bisa memicu perselisihan antar warga.

“Perjudian, narkoba dan penyakit masyarakat lainnya harus diberantas sejak dini. Jangan sampai meluas sehingga akhirnya menimbulkan keresahan. Salah satu cara dengan melakukan pendekatan nilai-nilai agama kepada masyarakat dimulai dari lingkungan tempat tinggal,” ungkapnya.

Sementara itu, tokoh agama, Esron Marpaung menyampaikan dukungan dan berkomitmen untuk membantu kinerja kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat pada momentum Pileg dan Pilpres 2019.

“Kami para tokoh lintas agama akan membantu pihak kepolisian dalam mencegah dan memberantas penyakit masyarakat melalui kegiatan pembinaan rohani dan mental pada setiap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut hadir, Kasat Reskrim AKP Dolly Nelson Nainggolan, Kasad Intelkam, AKP Misrianto, Kasat Binmas AKP S Simanjuntak, KBO Sat Reskrim, Iptu HP Purba, Kasubg Humas, Ipda Donni Saleh, Kanit Tipikor Ipda Hardi Sianipar, Ketua PAMK Kab Dairi, Pendeta Esron Marpaung, perwakilan MUI Dairi, Mahdi Kudadiri, perwakilan Kantor Kemenag Dairi, Dubggar Angkat, tokoh agama, Karimin Silalahi dan Edy Susanto.

Kegiatan serupa juga dilaksanakan Polres Langkat bersama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan organisasi masyarakat di Aula Wirasatya Polres Langkat, Jumat (5/10) sekitar pukul 08.30 WIB.

Mengusung tema “Merajut Kebhinekaan Polres Langkat dengan Ulama, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Pimpinan Ormas Kab Langkat”, kegiatan silaturahmi ini dalam rangka menciptakan rasa aman, damai dan sejuk menjelang Pemilu 2019.

“Mari kita semua yang hadir menolak hoax, isu SARA, ujaran kebencian dan yang mengunggulkan kelompok sendiri dan Polri bertugas menciptakan suhu yang dingin menjelang Pileg dan Pilpres 2019” ujar Kapolres Langkat, AKBP H Dedy Indriyanto SIK MSi.

Sementara itu, Ketua MUI Kab Langkat, Ustadz Ahmad Mahfudz menegaskan, segala faham dan budaya bisa masuk ke dalam Indonesia. Kekuatan yang harus dipegang oleh masyarakat yakni aqidah, tauhid yang berfaham dengan idiologi Pancasila.

“Agar semua yang hadir dapat membantu tugas Polri dalam rangka menciptakan situasi Kamtibmas yang dingin menjelang Pileg dan Pilpres 2019.

Ketua FKUB Kab Langkat, Ustadz H Panjang Harahap mengatakan, Indonesia dijadikan oleh Allah SWT bersuku-suku dan berbangsa – bangsa agar manusia saling berkenalan satu dengan yang lainnya, dan berjuang agar aqidah terjamin serta selalu merajut kerukunan antar umat beragama.

“Jangan kita ragukan lagi idiologi Pancasila kita yakni dari sila pertama sampai dengan sila kelima karena semua sila tersebut sesuai dengan kaidah agama kita dan tidak ada yang bertentangan dengan nilai-nilai dalam agama,” pungkasnya. (fajar/rudi)

Loading...