Jembatan Payung Hamparanperak terancam putus

HAMPARAN PERAK-M24 | Kondisi Jembatan Payung, Jln Besar Hamparanperak, Desa Klambir, Kecamatan Hamparanperak, Kabupaten Deliserdang, terancam putus.

Pasalnya, kondisi jembatan sebagai akses perlintasan menuju Binjai dan Langkat sudah rusak dan tidak mampu menahan beban kendaraan berskala berat.

Pantauan M24, Senin (16/7) pukul 17.00 WIB, menyebutkan, jembatan yang hampir putus dengan retaknya beberapa sisi, mengkhuatirkan jembatan akan putus. Lantas, masyarakat sekitar menutup jembatan dengan memberi meja di atas jembatan. Agar, kendaraan truk bertonase berat untuk melintasi jembatan tersebut.

Loading...

Tokoh Pemuda Deliserdang, OK Muhammad Hatta, mengatakan, rusaknya jembatan itu akibat dari bebasnya truk bertonase berat melintas. Padahal jembatan itu hanya mampu menampung beban antara 7 hingga 10 ton. Oleh karena itu, diminta kepada pemerintah daerah Deliserdang dan Provinsi Sumatera Utara agar dapat mengawasi truk yang melintas di jembatan tersebut.

“Harapan kita, jembatan itu harus diperbaiki, jangan dibiarkan begitu lama. Karena sangat mengganggu perlintasan masyarakat, kalau memang diperbaiki klasifikasi klas jalannya harus ditingkatkan,” kata OK Hatta.

Selain perbaikan jembatan itu, lanjut pria yang juga menjabat sebagai Ketua OKK Hipmi Deliserdang ini, klasifikasi Jalan Besar Hamparanperak ?masih kelas 3C untuk ditingkatkan menjadi jalan provinsi.

Agar, seluruh truk – truk dengan tonase tinggi bisa melintas di jembatan dan jalan yang kini perlu perlebar. Sehingga, melancarkan arus lalu lintas untuk akses Kota Medan, Langkat dan Aceh.

“Ini sudah berapa kali kita tekankan, agar jalan itu dinaikkan klasifikasinya, karena banyak truk yang tak layak melintas, sehingga jembatan pun menjadi rusak terancam putus,” tegas OK Hatta.

Sementara itu, Anggota DPRD Deliserdang, OK Imam Hidayat menegaskan, jembatan itu kondisinya sudah tua, sudah pantas untuk diperbaiki, hanya saja keterbatasan anggaran yang belum dialokasi.

Namun, itu bukan menjadi faktor utama, permasalahan kerusakan itu karena tidak adanya pengawasan hak tindak dari Dishub Deliserdang dan polisi dalam mengawasi truk bertonase tinggi.

“Kita tahu, kondisi jembatan dan jalan berklasifikasi 3C, tapi yang melintas sudah melebihi kapasitas, kita harapkan, ini harus dilakukan tindakan terlebih dahulu sebelum perbaikan dilakukan,” kata Imam.

Dijelaskan wakil rakyat dari Partai PPP ini, sejak rusaknya jembatan itu sudah disikapi Pemkab Deliserdang melalui Dinas PU, oleh karena itu, harapannya, perbaikan itu perlu juga dilakukan sinergitas ke Pemprovsu agar menambah tingkat klasifikasi jalan dan jembatan.

“Kita sudah berulang kali membahas masalah jalan di Hamparanperak, agara jalan itu segera dinaikkan klasifikasi, karena banyak truk melebihi muatan bebas melintas karena tidak adanya tindakan dari Dishub dan polisi, kedepannya ini harus segera diawasi dan ditindak,” tegas Imam. (mag1)

Loading...