Kadis pelayanan perizinan Palas diduga terlibat pungli Rp50 juta

42

SIBUHUAN-M24 | Kinerja Ditreskrimsus Polda Sumut belakangan layak diapresiasi. Sejumlah kasus pungutan liar (pungli) dan pemerasan berhasil diungkap di berbagai daerah, termasuk di Padang Lawas (Palas). Modus yang digunakan para pelaku yakni penngurusan izin usaha.

Direktur Ditreskrimsus Polda Sumut, Kombes Toga Panjaitan, kepada wartawan Senin (28/5) mengatakan, pungli yang terjadi di dinas terkiat dinilai telah menyulitkan masyarakat.

“Seharusnya para aparatur pemerintah memberi kemudahan kepada masyarakat. Bukan malah membuat masyarakat menjadi terbebani,” kata Toga.

Disinggung tindakan operasi tangkap tangan (OTT) di Dinas BPPT Palas, Toga membenarkannya informasi tersebut.

Sementara Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut AKBP Dony Sembiring menyebut, pihaknya melakukan OTT terhadap Kepala Dinas Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal Satu Pintu (PPPMSP) Kab Palas. OTT berlangsung Senin (28/5) sekitar pukul 15.15 WIB.

“OTT ini berawal dari informasi masyarakat yang menyebut Kadis PPPMSP Palas, Arseh Hasibuan meminta sejumlah uang terkait permohonan IUP-B (Izin Usaha Perkebunan Budidaya) PT Duta Varia Pertiwi.

Dikatakan Dony, pihaknya melakukan OTT berdasar Nomor: R/-LI170/V/2018/Ditreskrimsus tanggal 21 Mei 2018 dan Surat Perintah Tugas Nomor : Sprin.Gas/ 179/V/2018/ Ditreskrimsus tanggal 2 mei 2018.

Dalam OTT empat orang terdiri 3 ASN dan seorang pemohon izin diamankan. Tim juga menyita barang bukti uang sebesar Rp50 juta berikut dokumen penting dari dalam mobil Arse Hasibuan. Seluruh barang bukti berikut pera pelaku diboyong ke Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut guna pemeriksaan lebi lanjut.

Mereka yang di amankan antara lain EIH (Pemohon izin), NP (Kabid Pelayanan Perizinan), RSN (Kasi Pelayanan Perizinan), AH SH (Kadis Pelayan Perizinan dan Penanaman Modal Satu Pintu).

Sedangkan barang bukti berupa 1 unit mobil dinas BB 1064 K dan uang tunai Rp50 juta yang diamankan dari dalam mobil dinas AH turut disita.

Selain itu, dokumen pengajuan izin lokasi atas nama PT Dita Varia Pertiwi, 1 unit HP milik AH dan 1 unit HP milik EIH juga diamankan. (zia)

Loading...