Kapolda Naik Pangkat, Irjen Agus Janji Bikin Sumut Lebih Bagus Lagi

8

MEDAN-M24 | Berdasarkan surat Telegram Rahasia (TR) Kapolri Nomor: STR 634/IX/HUM.1.1./2018 tertanggal 5 September 2018, Kapolda Sumut, Brigjen Pol Drs Agus Andrianto SH menerima kenaikan pangkat menjadi Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol). Pun begitu, jenderal bintang dua ini berjanji menjadikan Provinsi Sumatera Utara lebih bagus kedepan.

Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kota Medan terkhusus Sumatera Utara. Menurut Agus, kenaikan pangkat diperoleh berkat doa dan kepercayaan dari masyarakat sehingga ia dipercaya pemimpin Polri menduduki posisi sebagai Kapolda Sumut.

Selain itu, kata Agus, kepada seluruh masyarakat baik Kota Medan maupun Sumut untuk terus mensupport dirinya agar terus bisa menjadi yang terbaik bagi institusi dan bagi masyarakat.

“Mulai saya dari letnan dua sampai sekarang, itu berkat warga Kota Medan yang terus mensupport saya. Berarti saya dididik sama orang Medan,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (6/9).

Lebih lanjut, sambung Agus, kesalahan pada dirinya tak lain merupakan bentuk dari cerminan warga Kota Medan.

“Apabila saya dianggap salah, berarti didikan orang Medan yang salah. Begitu juga sebaliknya, kalau dirinya benar berarti didikan orang Medan benar,” bilangnya.

Kendati demikian, mantan Wakapolda Sumut ini menaruh harapan kepada seluruh lapisan masyarakat dapat membantu tugas-tugas kepolisian dalam menjaga kondusifitas Kamtibmas Kota Medan dan Sumatera Utara.
“Karena hanya dukungan dari masyarakat, saya bisa mengerjakan tugas saya sebagai Kapolda Sumut dengan baik. Tanpa masyarakat, saya khususnya Polda Sumut dan jajarannya tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya.

Agus menegaskan, rela mewakafkan jabatannya sebagai Kapolda Sumut untuk membantu Pemko Medan dan Pemprov Sumut menegakkan peraturan yang ada.

“Kita sangat ingin berbuat demi kemajuan Kota Medan agar kota ini tidak semerawut lagi. Mulai dari letnan dua sampai wakapolda, saya tidak bisa berbuat apa-apa. Maka dari itu, karena saya menjabat sebagai Kapolda Sumut, berarti pimpinan Polri dan masyarakat sudah percaya dengan saya untuk menjadikan kota Medan dan Sumut menjadi lebih bagus lagi. Saya berharap masyarakat dan semua pihak mendukung pergerakan saya untuk menjadikan Kota Medan khususnya Sumut menjadi lebih baik lagi,” timpalnya.

Bongkar 15 Pos Polisi Tak Layak

Dalam upaya menjadikan Kota Medan dan Sumut menjadi lebih bagus, Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs Agus Andrianto akan menyelesaikan masalah kemacetan Kota Medan dan letak papan reklame yang tidak beraturan.

Terbukti, Polda Sumut bersama Pemko Medan membongkar sedikitnya 15 pos polisi yang berdiri di atas trotoar karena dinilai melanggar dari fungsi para pejalan kaki.

“Kita akan kordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan pembenahan. Siapapun yang melanggar ketentuan atau peraturan yang sudah ditetapkan, harus dilakukan penindakan demi kemajuan kita bersama. Kalau kita mau melakukan penindakan dengan benar, harus kita mulai dari diri sendiri. Makanya, kita serius untuk menjadikan semua yang melenceng menuju ke yang lebih baik lagi. Itupun, saya mengharap dukungan dari semua pihak,” ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kabid Humas Poldasu, AKBP MP Nainggolan mengatakan, Polda Sumut telah memberikan izin pembongkaran pos polisi yang ada di 11 lokasi.

“Kemarin kita sudah mengizinkan Pemko Medan untuk membongkar pos polisi yang berdiri di atas trotoar. Banyak bangunan lain, seperti pos OKP, para bangunan pedagang dan masih banyak lagi bangunan yang segera dibongkar. Yang pasti sudah dibongkar pos di Jalan Sudirman Medan. Ada 10 sampai 11 titik yang tidak sesuai prosudur. Ini nanti pasti bakal dibongkar,” katanya.

Nainggolan mejelaskan, pembongkaran pos polisi dilakukan guna menata Kota Medan dan memberi kenyamanan kepada pengguna jalan.

“Tidak hanya pos polisi, papan reklame tanpa izin juga akan ditertibkan agar mengurangi kemacetan. Biar lalu lintas lancar, karena ini merupakan program Kapoldasu,” terangnya.

Nainggolan mengimbau menghimbau kepada para pengusaha atau pihak lain, untuk tidak mendirikan bangunan atau papan reklame tanpa memiliki izin di atas trotoar.

“Jangan coba-coba mendirikan bangunan atau papan reklame di atas trotoar. Dan jangan mengklaim atau membuat foto para pejabat ditampilkan di papan reklame tanpa seizin pejabat yang bersangkutan. Program ini juga telah disarakan kepada setiap pemerintah kabupaten/kota. Semoga kota-kota lain juga melakukan hal yang sama,” tandasnya. (ahmad)

Loading...