Kapolda: Perbedaan Membuat Kita Saling Sinergi

3

MEDAN-M24 | Dalam upaya merajut kebhinekaan di wilayah Sumatera Utara, Kapolda Sumut, Pol Drs Agus Andrianto SH mengimbau kepada seluruh masyarakat agar dapat lebih meningkatkan ukhuah islamiyah.

Hal itu disampaikannya saat menggelar syukuran sekaligus memperingati tahun baru Islam 1440 H bersama nazir masjid, bilal mayit dan penggali kubur dari lima kabupaten/kota di Pendopo Lapangan Merdeka Medan, Selasa (11/9).

“Perbedaan membuat kita saling sinergi. Untuk itu kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan yang ada di Sumatera Utara,” ucapnya.

Menurut mantan Wakapolda Sumut ini, penggali kubur, bilal mayit dan nazir mesjid merupakan profesi sangat mulia yang jarang mendapat perhatian.

“Ketiga profesi ini mungkin tidak menjadi perhatian kita sekalian. Namun, profesi penggali kubur, bilal mayit dan nazir masjid ini adalah profesi yang sangat mulia. Beliau-beliau ini sangat memberikan pelayanan yang sangat tulus, bahkan orang yang dilayani pun tidak sempat mengucap syukur,” terangnya.

Agus menjelaskan, pelayanan dan pengabdian dari profesi bilal mayit, nazir masjid dan penggali kubur patut dicontoh dan diamalkan khususnya bagi kepolisian dalam mengemban tugas dalam melayani masyarakat dan mengabdi kepada negara.

“Mudah-mudahan ini menjadi hikmah yang bisa diambil oleh jajaran Poldasu dalam mengemban tugas. Mudah-mudahan bisa menjadi pelayan masyarakat, mereka (polisi) bisa bercermin dari apa yang bisa dikerjakan oleh saudara-saudara kita bilal mayit, penggali kubur dan nazir masjid,” terangnya.

Selain itu, sambung Agus, bilal mayit, penggali kubur dan nazir mesjid dapat menjadi promotor untuk mewujudkam keamanan dan ketertiban di Sumatera Utara.

“Karena tanpa peran serta masyarakat, ini sangat mustahil bisa terwujud. Oleh karena itu, kita imbau mari sama-sama kita jaga hubungan kita sesama manusia, agama dan bermasyarakat,” bilangnya.

Agus menambahkan, kepada jajarannya untuk bisa meneruskan apa yang telah dilaksanakan saat ini dengan merangkul para profesi bilal mayit, penggali kubur dan nazir masjid. Karena, kata Agus, jabatan yang diamanahkan hanya titipan dari Tuhan.

“Supaya kita semua bisa ingat kalau jabatan dan pangkat yang disandang setiap manusia itu tidaklah kekal. Oleh karena itu semua akhirnya dikematian. Jadi jangan lupa kita semua akan mati,” terangnya.

Agus meminta kepada masyarakat untuk tetap mendoakan dan mendukungnya dalam menjalankan tugas sebagai Kapolda Sumut.

“Saya tidak pernah mimpi jadi Kapolda. Ini amanah sangat berat, saya peroleh dari Presiden dan Kapolri. Kami mohon dukungan dan doa untuk menjalankan jabatan ini,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang penggali kubur, M Syafii mengharapkan kepada Kapolda Sumut agar tidak pernah melupakan dirinya dan rekan seprofesinya.

“Semoga Pak Kapolda semakin sukses, dan jangan lupa dengan kami,” katanya.

Senada dikatakan bilal mayit, Hasim mengatakan, kalau selama ini tidak ada yang perhatian terhadap para bilal mayit. Padahal, kata dia, profesi bilal mayat sangat dibutuhkan di masyarakat.

“Tidak ada yang memperhatikan saya, seharusnya Depag yang memperhatikan,” terangnya.

Dalam kegiatan tersebut, turut dihadiri Ketua Bhayangkari Sumut, Ny Evi Agus Andrianto, pejabat utama (PJU) Polda Sumut dan ratusan nazir masjid, nilal mayit dan penggali kubur dari lima kabupaten/kota dan diakhir acara Kapolda Sumut juga memberikan bingkisan kepada ratusan tamu yang hadir.(ahmad)

Loading...