Kata keluarga korban; Pembohong ! 5 pembunuh sekeluarga ini nangis-nangis

    42

    Ansah-Medan | Lima terdakwa pelaku pembunuhan ini memang sadis. Satu keluarga di Jln Pertanian, Kel. Sidomulyo, Kec. Medan Tuntungan, tewas dibakar hidup-hidup. Dalam persidangan di PN Medan, Kamis (11/1/2018) sore, kelimanya nangis-nangis sambil meminta maaf kepada keluarga korban. Sayang, permintaan maaf itu ditolak mentah-mentah.

    Permohonan maaf itu disampaikan kelima terdakwa yakni Cari Muli Beru Ginting, Jaya Mita Beru Ginting, Maju Suranta Siallagan alias Maju Ginting, Rudi Suranta Ginting dan Zulpan Nitra Purba melalui nota pembelaannya di hadapan Ketua Majelis Hakim, Ricard Silalahi, SH.

    “Kami memohon maaf kepada keluarga korban yang ditinggalkan,” ungkap kelima terdakwa dengan bercucuran air mata. Masih dalam nota pembelaannya, kelima terdakwa melalui penasehat hukumnya juga mengatakan kalau Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sindu Utomo yang sebelumnya menuntut masing-masing terdakwa penjara seumur hidup terlalu berlebihan.

    “Pasal 187 KUHPidana ayat 3 Jo Pasal 55 ayat 1 ke (1) tidak tepat. Kami mohon kepada majelis hakim untuk mempertimbangkannya. Apalagi diketahui terdakwa ada sebanyak tiga kali melakukan upaya perdamaian kepada keluarga korban,” beber penasehat hukum kelima terdakwa.

    Usai mendengarkan pembacaan nota pembelaan, majelis hakim langsung bertanya kepada keluarga korban yang hadir di persidangan. “Kepada keluarga korban. Saya bertanya apakah kalian bersedia memaafkan kelima terdakwa? Tadi kan sudah kita dengar dalam pembelaannya.Pun begitu, permintaan maaf tidak membuat kelima terdakwa bebas dari jeratan hukum,” tegas majelis hakim.

    Mendengar pertanyaan itu, dengan tegas keluarga korban mengatakan tidak ada kata maaf bagi pembunuh. “Tak ada kata maaf bagi pembunuh. Bukan satu nyawa yang hilang, tapi empat orang sekaligus,” ujar Gandi Ginting dari pihak keluarga korban.

    Amatan awak media, kericuhan hampir terjadi saat kelima terdakwa digiring kembali ke sel tahanan. Ini karena seorang wanita yang diketahui adik kandung terdakwa Cari Muli Beru Ginting dan Jaya Mita Beru Ginting, melontarkan ucapan pelecehan kepada keluarga korban. “Mantap sidangnya,” bilang perempuan itu sembari mengacungkan jarinya.

    Beruntung, emosi keluarga korban tak terpancing. “Kalian lihat sendiri kan. Ya seperti itu lah kelakuan keluarganya. Pun begitu, dalam nota pembelaannya mereka masih berani mengatakan ada tiga kali minta maaf ke rumah. Bohong itu semua. Kalau memang ada kapan dan sama siapa mereka minta maaf?. Itu kan akal-akalan saja untuk menarik simpati majelis hakim,” tukas Tarigan keluarga korban.

    Loading...