Kejari Binjai kaget! Buronan korupsi tiba-tiba nyerah

19

Lihin-Binjai | Berbulan-bulan Cipta S Depari dicari-cari oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai. Cipta jadi buronan lantaran sudah berstatus tersangka kasus korupsi RSUD Djoelham TA. 2012. Cipta bikin pejabat di Kejari kaget lantaran ia tiba-tiba menyerah.

Cipta menyerahkan diri ke Kejari Binjai, Rabu (10/1) sekira pukul 11.30 WIB. Cipta menyerahkan diri setelah berbulan bulan meninggalkan rumahnya dan tidak masuk kerja. Cipta menjabat sebagai Unit Layanan Pengadaan saat kasus itu terjadi.

Kepala Tim Penyidikan Korupsi Alkes RSUD Djoelham Herleny Siregar mengatakan, Cipta hadir di Kejari Binjai tanpa ada konfirmasi sebelumnya. “Tiba-tiba Cipta Depari datang. Saya kaget,” katanya.

Setelah melapor ke Satuan Pengamanan, Cipta S Depari langsung menemui Kajari Binjai Victor Antonius Saragih Sidabutar.

Menurutnya, selama berada di pelarian, Cipta sering berpindah-pindah. Cipta terakhir berada di suatu tempat, di kawasan perkampungan tertentu. “Saya lupa nanya di mana tepatnya lokasinya,” katanya.

Setelah Cipta Depari menyerahkan diri, buronan Kejari Binjai hanya menyisakan satu orang yakni Dr Mahim.

Dari tujuh tersangka, Suryana Res dan Teddy Low berhasil ditangkap setelah sempat melarikan diri. Tersangka lainnya, Feronica dan Budi Asmono tidak ditahan karena kooperatif. Sedangkan Suhadi Winata telah ditahan karena tersangkut kasus lain.

Sebelumnya Kejari Binjai menetapkan tujuh tersangka dalam kasus korupsi Alkes 2012. Mereka yakni mantan Direktur RSUD Djoelham Mahim Siregar, Pejabat Pembuat Komitment Suriyana Res, Unit Pengadaan Layanan Cipta Depari, Ketua Pokja Pengadaan Barang dan Jasa Suhadi Winata, Kepala Cabang Kimia Farma Medan tahun 2012 Budi Asmono, Direktur PT Mesarinda Abadi Teddy Low dan Direktur Petan Daya Medica Feronica.

Loading...