Kena OTT KPK, Ketua PN Medan Pukul Kamera Wartawan

15

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Medan, Marsudin Nainggolan, memukul kamera wartawan yang mengabadikannya seusai diperiksa penyidik KPK terkait operasi tangkap tangan (OTT).

MEDAN-M24 | Ketua Pengadilan Negeri (PN) Medan, Marsudin Nainggolan mengamuk di Gedung Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Jln AH Nasution Medan, Selasa (28/8).

Dia memukul kamera seorang wartawan media cetak terbitan Medan.

Sejurus kemudian, Marsudin membentak ke arah awak media. “Apa kamu foto-foto saya? Sudah puas kan kalian memotoku! Apa gak kurang dekat dan jelas wajahku?” hardiknya dengan nada tinggi, sembari berlalu.

Amuk Marsudin ini berhubungan dengan kehadiran penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di PN Medan, sejak pagi hari. Informasi didapat, penyidik lembaga anti-rasuah itu mengamankan sebanyak delapan orang dari lingkungan PN Medan. Selanjutnya, mereka diboyong ke Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) di Jln AH Nasution, Medan untuk diperiksa.

Ketua PN Medan Marsudin Nainggolan dan Wakilnya Wahyu Prasetyo Wibowo merupakan bagian dari delapan orang yang diamankan. Selain itu, ada Hakim Karir Sontan Merauke Sinaga dan Hakim Ad Hoc Tipikor Merry Purba. Ada juga dua Panitera Pengganti (PP), Helpandi dan Oloan Sirait, serta dua orang dari pihak swasta.

Marsudin Nainggolan meninggalkan Gedung Kejatisu dengan pengawalan ketat petugas KPK. Sebelumnya dia menjalani proses pemeriksaan sementara di Aula Lantai III Gedung Kejatisu.

Selain Marsudin, tampak juga Tamin Sukardi, pengusaha yang juga dikenal sebagai broker tanah di Sumut, serta dua orang lainnya yang dibawa oleh Tim KPK.

Bersama mereka, turut diboyong kardus yang diduga berisi Dolar Singapura.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi, baik dari Kejatisu maupun KPK, tentang mau ke mana Ketua PN Medan beserta Tamin Sukardi akan dibawa. Sedangkan Wahyu Prasetyo Wibowo, Sontan Merauke, Merry Purba, Oloan Sirait dan Elfandi masih terus menjalani pemeriksaan di Kejatisu.

Humas PN Medan Erintuah Damanik mulanya enggan membeber bagaimana KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 4 oknum hakim dan 2 oknum Panitera Pengganti (PP) di lingkungan PN Medan. Namun, setelah terus didesak oleh awak media, dia akhirnya mengungkap OTT bermula pukul 08.30 WIB.

Dirinya waktu itu baru selesai melaksanakan kebaktian rutin yang digelar PN Medan dan diikuti para pegawai.

“Nah setelah kebaktian itu, saya mendengar ada pihak KPK yang datang ke gedung B. Lalu saya ke sana dan melihat sudah banyak petugas KPK yang berada di dalam gedung itu,” jelasnya.

Dia juga mengaku melihat petugas KPK masuk ke Ruangan Ketua PN Medan Marsudin Nainggolan. Di sana, para penyidik KPK memanggil lima oknum yang terjaring OTT ke Ruang Ketua PN Medan. “Nah di situ mereka cakap-cakap dengan petugas dari KPK,” terangnya.

Sesaat setelah percakapan terjadi di Ruang Ketua PN Medan, penyidik KPK membawa kelima oknum dimaksud ke ruangan kerja masing-masing. Di Ruang Hakim Sontan Merauke Sinaga dan Hakim Adhoc Merry Purba, penyidik KPK menyegel meja kerja mereka berikut lacinya.

Disinyalir, di meja salah satu oknum hakim tersebut ditemukan sejumlah uang Dolar Singapura yang dijadikan alat bukti OTT.

“Setelah selesai dibawa ke ruang kerjanya masing-masing, mereka berenam (lima oknum plus Ketua PN Medan) kemudian dibawa oleh penyidik KPK meninggalkan Gedung PN Medan,” tukasnya.

Erintuah meyakini pihak-pihak yang dibawa KPK sejauh ini hanya untuk dimintai keterangan. “Bukan ditangkap ya. Mereka cuma dimintai keterangan,” katanya, saat dikonfirmasi ulang oleh M24.

Disinggung terkait kasus apa mereka diamankan, Erintuah hanya mengatakan terkait penanganan perkara tindak pidana korupsi (tipikor). Namun Erintuah enggan membeberkannya lebih jauh. “Iya kasus tipikor. Ruangan Pak Sontan juga sudah disegel. Sudah-sudah dulu ya,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Sumanggar Siagian menyebut ada sembilan orang yang diperiksa oleh tim penyidik KPK. Di pihak lain, katanya pula, Tim KPK terdiri dari 10 orang.

“Ada sembilan orang, diantaranya enam dari pengadilan, satu terdakwa yakni pengusaha properti Tamin Sukardi dan dua orang lainnya,” ucapnya.

Ditambahkannya, dalam hal ini penyidik KPK telah berkoordinasi dengan pihak Kejatisu untuk meminjam tempat untuk dilakukan pemeriksaan kepada oknum hakim dan panitera tersebut. “Pemeriksaannya masih berlangsung. Sejauh ini itulah keterangan dari saya,” tandasnya.

Sementara itu Juru Bicara KPK, Febri Diansyah membenarkan telah terjadi OTT di PN Medan. “Menjawab sejumlah pertanyaan media, benar ada kegiatan tim penindakan KPK di Medan dalam beberapa hari ini. Tadi pagi, Selasa 28 Agustus 2018 sampai siang ini setidaknya 8 orang diamankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” bilang Febri.

Dari 8 orang tersebut, lanjutnya, ada yang menjabat sebagai hakim, panitera dan pihak lain. Diduga telah terjadi transaksi terkait penanganan perkara tipikor di Medan. “Uang dalam bentuk Dolar Singapura juga telah diamankan. Sejauh ini, baru ini informasi yang dapat kami sampaikan. Tim sedang bekerja untuk melakukan verifikasi sejumlah informasi dari masyarakat yang kami terima. Nanti jika ada perkembangan akan diupdate kembali termasuk berapa orang yang akan dibawa ke Kantor KPK di Jakarta,” tandas Febri. (ansah)

Loading...