Kerap Picu Kemacetan di Jalan Delitua, Satpol PP Tertibkan Lapak Pedagang

DELITUA-M24 | Bukan hanya menjadi penyebab drainase tak berfungsi, keberadaan pedagang yang menggelar lapknya di sepanjang Jalan Delitua, juga dianggap sebagai sumber kemacetan.

Akibatnya, atas perintah Camat Delitua, Kurnia Boloni Sinaga, puluhan Satpol PP Deliserdang, menggusur lapak para pedagang buah buahan dan sayur mayur tersebut. Dampaknya, banyak pedagang yang sehari hari berjualan untuk membiayai keluarganya, menangis histeris, Kamis (26/7).

Menurut para pedagang, akibat ulah camat yang mereka anggap tak bersahabat itu, banyak anak-anak para pedagang terancam tidak bisa bersekolah. Karena orangtua mereka tidak bisa lagi mencari uang.

Loading...

“Padahal di Kecamatan Delitua pada pemilihan bupati, Ashari Tambunan menang mutlak. Harapan kita saat itu, agar lapak dagangan kita tidak digusur. Karena saat Ashari berkampanye, Ashari berjanji akan mensejahterakan masyarakat dan para pedagang,” ungkap S beru Karo (38), pedagang yang lapaknya ikut digusur, diamini pedagang lainya.

Sarmini (40), pedagang lainya, mengaku mengalami kerugian hingga jutaan rupiah, akibat ulah camat yang tidak memberitahukan penggusuran itu sebelumnya. “Kita memang berjualan di sepanjang Jalan Delitua. Karena lapak kita di tempat berjualan yang sudah di tetapkan tidak ada. Dan kalau pun ada, untuk mengontrak lapak sangat mahal. Dan kita berjualan di sepanjang jalan ini sudah puluhan tahun,” paparnya.

Lebih lanjut dikatakannya, Camat Delitua bersikap tidak profesional dalam hal penggusuran ratusan lapak para pedagang. Karena Camat Delitua memilih-milih lokasi yang mau digusur. Ada apa dengan Camat Delitua dan pemilik toko. Lihat saja, jualan toko, dibiarkan lewat drainase. Sedangkan para pedagang kaki lima, langsung diangkut barang dagangannya. Dan dilemparkan ke mobil kebersihan tanpa ada kompromi.

“Kurnia Boloni sepertinya main mata dalam penggusuran. Selain tidak semua pedagang digusur, barang-barang toko dibiarkan lewat drainase,” ungkap puluhan pedagang lainnya.

Pantauan di lapangan, walaupun banyak pedagang yang menangis histeris, terlihat sekitar 50 anggota Satpol PP Deliserdang, langsung mengangkuti barang-barang pedagang. Tanpa mau peduli ekonomi para pedagang. “Kita juluki Camat Delitua camat anarkis. Karena saat kita berkoordinasi dan bermohon, agar barang kita tidak diangkut, camat bilang, siapa yang bandel angkut saja,” ujar para pedagang.

Camat Delitua, Kurnia Boloni Sinaga, saat dikonfirmasi mengaku, para pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Besar Delitua, sumber macet. “Kita sudah berkali-kali melarang berjualan di atas trotoar. Dan akibat banyaknya berjualan, sepanjang jalan besar Delitua langganan kemacetan,” tandasnya. (mehuli)

Loading...