Kesadaran Masyarakat Terhadap Kebersihan Masih Rendah

MEDAN-M24 | Kesadaran masyarakat Kota Medan terhadap kebersihan dianggap masih rendah. Padahal, anggota DPRD Medan telah mensosialisasikan Perda Kota Medan No.6/2015 tentang Pengelolaan Persampahan. Karena itulah Pemko Medan diharap
menumbuhkan kesadaran masyarakat akan kebersihan.

“Pemko harus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan kebersihan. Hidup bersih itu bukan hanya menjadi budaya, tetapi harus menjadi kebutuhan,” ujar Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Medan, Ilhamsyah kepada wartawan, kemarin (6/8).

Disebutkan Ilhamsyah, pada Bab IV Pasal 6 a dalam Perda No. 6/2015 itu, dinyatakan tugas pemerintah daerah adalah menumbuhkembangkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan persampahan.

Loading...

“Nah, Kepling sebagai perpanjangan tanganan Pemko Medan di tingkat paling bawah, bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya untuk tidak membuang sampah sembarangan,” kata anggota Komisi D ini.

Sementara dalam Pasal 10, sambung Ilhamsyah, diterangkan bahwa setiap orang berkewajiban mengurangi sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan, pengurangan sampah sejak dari sumbernya dan menjaga serta memelihara kebersihan lingkungan.

Disisi lain, Ilhamsyah, menyarankan agar Kepling diberi kewenangan menegur dan memberikan sanksi kepada warga yang membuang sampah sembarangan. Seharusnya Pemko Medan memberikan insentif kepada lembaga ataupun perorangan yang melakukan inovasi, dalam melakukan pengelolaan persampahan serta pelaporan atas pelanggaran terhadap larangan.

Dalam Perda juga ada sanksi pidana, yaitu setiap orang yang membuang sampah sembarangan akan dipidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp10 juta. Bagi setiap badan/lembaga yang membuang sampah sembarangan akan dipidana kurungan paling lama 6 bulan atau denda paling banyak Rp50 juta. “Jadi, marilah kita menjaga kebersihan lingkungan kita dengan tidak membuang sampah sembarangan,” ajaknya. (bar)

Loading...