Korban Banjir Warga Komplek TKBM Diserang Penyakit Gatal

Warga melintas di genangan banjir di Komplek TKBM.

LABUHAN-M24 | Banjir yang mengenangi rumah di Komplek Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), Kel Sei Mati, Kec Medan Labuhan belum surut. Sejumah warga mulai mengeluhkan terserang penyakit gatal-gatal, akibat terlalu lama berendam di air yang menggenangi rumahnya.

Musibah banjir kiriman itu bukan disebabkan hujan yang mengguyur Kota Medan, Selasa (9/10) kemarin. Namun dari anak sungai pembuangan kawasan industri modern (KIM), serta tertutupnya akses saluran pembuangan air. Berdampak terhadap warga yang umumnya berprofesi sebagai buruh pelabuhan.

“Warga sudah 2 hari kebanjiran. Ini bukan karena hujan saja, tapi air kiriman dari KIM yang mengandung limbah pabrik, Makanya banyak warga yang kena penyakit gatal-gatal,” keluh Anto (45).

Loading...

Persoalan banjir kiriman ini, lanjutnya, pernah ditinjau langsung oleh Walikota yang berjanji akan melakukan normalisasi drainase dengan membangun pembuangan air dan pintu air. Namun sampai saat ini, program tersebut belum juga terealisasi.

“Apa kami demo dulu baru diterima keluhan kami. Kalau masalah banjir di tempat tinggal kami tidak juga dipikirkan segera, maka kami akan demo ke kantor camat dan Walikota,” tegas Anto.

Warga lainnya, Samsul menyebutkan, genangan air membuat aktifitas warga terganggu. Begitujuga dengan anak-anak menjadi terganggu pergi ke sekolah.

“Sudah tahu banjir, sampai hari ini tidak ada petugas kecamatan datang untuk meninjau. Kami sangat dirugikan, kami tidak kerja, anak tidak sekolah. Bahkan, kami terserang penyakit gatal-gatal,” keluh Samsul.

Terpisah, Camat Medan Labuhan, Arrahman Pane menyebutkan, pihaknya sebelum musibah banjir terjadi sudah melakukan pengerukan areal pembuangan air. Sayangnya, banjir terjadi bersamaan dengan turunnya air pasang laut.

“Seluruh air tumpah ke wilayah itu. Bahkan, anak sungai dari KIM juga mengalir ke wilayah itu. Makanya genangan air terjadi di kawasan itu,” terang Arrahman.

Ketika disinggung dengan janji Walikota Medan, Arrahman mengaku, belum mendapat kabar soal program pembangunan saluran pembuangan air dari Pemko Medan.
“Kalau masalah itu, kita belum dapat kabar, karena program itu pelaksanaanya Pemko Medan,” ujarnya.(syamsul)

Loading...