Membawa Kehidupan Lebih Baik, Wantimpres Ingatkan Generasi Milenial & Era Industri 4.0

7

MEDAN-M24 | Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) bersama tim kajian membahas tentang perkembangan ekonomi digital dan ekonomi kreatif di Kota Medan. Sekarang ini dunia sudah masuk dalam era Revolusi Industri keempat (Industri 4.0), yang mencerminkan kesungguhan negara sedang beradaptasi dengan ragam perubahan besar.

Ketua Watimpres, Prof Dr Sri Adiningsih MSc mengingatkan agar kondisi tersebut dapat disikapi secara positif. Sebab, Making Indonesia 4.0 mewajibkan negara untuk menyiapkan generasi milenial menjadi angkatan kerja yang kompetitif dan produktif di sepanjang era itu.

“Saya menilai, dalam setiap tahapan Revolusi Industri membawa manusia pada kehidupan yang lebih baik dan sejahtera,” kata Sri saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Pemko Medan, Kamis (23/8).

Kedatangannya bersama tim kajian yang diterima oleh Walikota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi didampingi Wakil Walikota, Ir Akhyar Nasution, MSi di Ruang Rapat I Balai Kota Medan. Pihaknya pun mendorong terjadinya perubahan yang sangat begitu luar biasa.

Apalagi, lanjutnya, Indonesia sudah menapakinya dengan ditandai kemajuan teknologi komunikasi serba digitalisasi dan otomasi. Namun, belum semua elemen masyarakat menyadari konsekuensi logis atau dampak dari perubahan yang ditimbulkannya.

“Penetrasi internet membuka akses lebih luas terhadap pengetahuan, begitujuga kemajuan teknologi telekomunikasi berperan dalam mengembangkan perekonomian masyarakat. Digitalisasi pun terjadi di berbagai bidang,” ucapnya lagi.

Menurutnya, perlu terus dijalankan transformasi ekonomi digital karena menjadi sesuatu yang semakin umum ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Hal itu dapat membuka lebar kesempatan dan potensi pembangunan ekonomi daerah tersebut.

“Kita punya potensi yang sangat besar untuk berkembang pesat, dan saya yakin masyarakat Indonesia siap bersaing di era digital ini,” imbuhnya.

Pada ekspos sekilas Walikota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi tentang Kota Medan bahwa, Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara salah satu pusat perekonomian regional terpenting di Pulau Sumatera dan satu dari tiga kota metropolitan baru di Indonesia.

Selain itu, lanjutnya, memiliki kedudukan, fungsi dan peranan strategis sebagai pintu gerbang utama bagi kegiatan jasa, dagang serta keuangan regional dan internasional di kawasan barat Indonesia. “Karenanya pembangunan Kota Medan diarahkan menjadi kota jasa, industri, perdagangan dan juga kota pendidikan,” kata Eldin.

Apalagi, dijelaskannya, pembangunan dilaksanakan dengan visi menjadi Kota Masa Depan yang multikultural, berdaya saing, humanis, sejahtera, relijius. Sedangkan kedelapan misi yang dijalankan untuk mencapai visi diantaranya, menumbuhkan stabilitas, kemitraan, partisipasi, dan kebersamaan dari seluruh pemangku kepentingan pembangunan kota.

“Kemudian meningkatkan efisiensi melalui deregulasi dan debirokratisasi sekaligus penciptaan iklim investasi yang semakin kondusif, termasuk perkembangan kreativitas dan inovasi daerah, serta mengembangkan Medan sebagai smart city,” cetusnya.

Sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir seperti Kepala Bappeda Medan, Ir Wirya Alrahman; Kadis Kominfo Medan, Zain Noval dan Kadis Koperasi dan UMKM, Ir Emilia Lubis memaparkan tentang pemanfatan teknologi komunikasi dalam menjalankan program-program pembangunan sesuai dengan tupoksi masing-masing. (adlan)

Loading...