Menumpuk di Kios Tak Resmi, Pupuk Urea Bersubsidi Langka di Berastagi

KARO-M24 | Pupuk Urea bersubsidi menumpuk di kios pengecer tak resmi. Akibatnya, pupuk Urea bersubsidi tersebut sulit ditemukan di kios-kios pengecer resmi di Berastagi. Langka.

Temuan tumpukan enam karung pupuk Urea subsidi di salah satu kios milik AT, pengecer pupuk Urea subsidi tak resmi di Berastagi tersebut, terungkap saat Dinas Pertanian Karo bersama Kodim 0205/TK, melakukan sidak ke kios pengecer pupuk resmi dan kios pengecer pupuk tak resmi, di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Kamis (9/8).

Kadis Pertanian Karo, Ir Sarjana Purba, didampingi Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0205/TK, Kapten Czi Menson Tarigan, mengatakan, terkait temuan ini, pihaknya akan memberikan peringatan terlebih dahulu. Dan jika nantinya terulang kembali, maka akan ditindak tegas

Loading...

“Temuan pupuk Urea subsidi yang ada di kios pengecer pupuk tidak resmi tadi, akan kita beri peringatan atau dibina. Tetapi kalau ke depan kembali lagi ditemukan, kita akan tindak tegas, karena sudah melanggar prosedur aturan yang berlaku, karena memang peraturannya tidak boleh,” tegas Sarjana.

Sementara, Kapten Czi Menson Tarigan, menyampaikan, terkait adanya temuan pupuk Urea subsidi ini menegaskan akan ditindaklanjuti. “Ini kan temuan awal, jadi apa yang dilaporkan masyarakat itu melalui berita, setelah kita sidak, ternyata terbukti memang ada kami temukan pupuk Subsidi yang beredar di kios pengecer pupuk tidak resmi, akan kita usut,” tandasnya.

Disamping itu, TNI akan melakukan pengawasan terhadap pupuk bersubsidi lebih ketat. Karena jika terus berlanjut kejadian seperti ini, akan merugikan para petani. Sehingga tidak tepat sasaran.

Temuan tersebut bermula dari laporan masyarakat, dengan adanya dugaan pupuk Urea bersubsidi yang banyak beredar di kios pengecer tak resmi.

Salah seorang petani bermarga Tarigan mengeluhkan, di Berastagi sulit untuk mendapatkan pupuk Urea subsidi. Terutama di kios pengecer pupuk resmi.

“Kalau pupuk Urea yang disubsidi pemerintah, tidak bisa dibeli secara perorangan. Tetapi harus melalui kelompok tani serta melalui prosedur yang ada. Yaitu masyarakat melalui kelompok tani. Dari situ baru melalui kios resmi mengajukan ke distributor,” ungkap Sarjana. (sekilap)

Loading...