Minta uang THR OKP ditangkap Polisi

100

MEDAN-M24 | Hati-hati buat para anggota maupun pimpinan OKP atau Ormas dalam menjalankan roda organisasinya, khususnya menjelang hari besar seperti sekarang ini. Pasalnya, cuma gegara meminta bantuan untuk merayakan Halal bi Halal, dua anggota ormas kepemudaan ditangkap polisi.

Keduanya ditangkap berdasarkan surat laporan LP/328/VI/2018/SU/polrestabes medan/sek patumbak , 4 juni 2018. Bersama uang Rp50 ribu, MA (38) warga Jln Masjid Patumbak Kampung dan RAN (33) warga Jln Swakarya Patumbak Kampung diciduk unit Reskrim Polsek Patumbak.

Kedua anggota ormas itu ditangkap, Senin (4/6) sekitar pukul 14.00 WIB di Jln Perjuangan I, Desa Marindal II, Patumbak.

Informasi yang diterima, kedua remaja ini diamankan karena disebut-sebut memeras Desy Ratnasari (22) warga Jln Komplek Oma Deli, Blok G No 2, Desa Marendal II, Kec Patumbak, Kab Deliserdang.

Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Ainul Yaqin mengatakan kejadian berawal, Sabtu (2/6) sekitar pukul 14.00 WIB. Kala itu, kedua pelaku mendatangi kantor CV Roda Jaya Makmur dengan berseragam lengkap. “Pelaku atas nama Rinto Abidin Nasution (RAN) menjumpai korban (Desy) dan memberikan sebuah amplop bergambar logo Pemuda Pancasila,” kata Yaqin, Rabu (6/6).

Di amplop itu, katanya, berisikan tulisan pimpinan anak ranting salah satu Ormas di Desa Patumbak Kampung, Kec Patumbak. Kemudian, kata Yaqin lagi, RAN mengatakan kepada korban akan kembali lagi, Senin (4/6) untuk mengambil bantuan dana tersebut.

“Korban (Desy) membuka isi amplopnya dan isinya selembar kertas ucapan selamat hari Raya Idul Fitri 1439 H sekaligus meminta bantuan dana untuk Halal Bi Halal,” ujar Yaqin.

Mengetahui hal itu, sambung Kanit Reskrim, korban melapor ke pimpinan perusahaan. Ternyata, kata Yaqin, pimpinan perusahaan juga takut usahanya diganggu. “Pimpinan mereka pun sodorkan uang Rp50Ribu dengan dalih agar usaha mereka tidak diganggu,” katanya.

Kemudian, Senin 4 Juni 2018 sekitar pukul 15.00 WIB, kedua pelaku kembali dan mempertanyakan surat mereka. “Korban (Desy) memberikan amplop tersebut ke pelaku RAN dengan uang sebanyak Rp50Ribu di dalamnya,” katanya.

Dikatakan Yaqin, petugas sudah standby untuk menangkap kedua pelaku atas dasar laporan korban. Jadi, sambung Yaqin, begitu kedua pelaku keluar dari ruangan kantor tiba-tiba polisi datang dan langsung menangkap kedua pelaku. “Anggota langsung bertanya perihal pemberian uang tersebut,”katanya.

Desy mengatakan harus memberikan bantuan, jika tidak kami pasti diganggu. “Apabila tidak diberikan, maka kedua pelaku akan marah-marah dan terus memaksa dan mendatangi perusahaan secara berulang kali agar pihak kami tidak nyaman bekerja,” kata Yaqin mengulang omongan Desy.

Sekarang, kata Yaqin, kedua pelaku berada di Polsek Patumbak dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku. “Kedua pelaku diancam dengan hukuman paling lama 9 tahun penjara,” katanya.

Barang bukti yang berhasil diamankan, yakni uang Rp55 ribu, satu eks proposal bantuan dana, dua lembar kwitansi, satu unit Honda Beat Merah BK 2442 AGK. (ahmad)

Loading...