Modus Masukkan Lidi, Masyarakat Harus Waspada Bertransaksi di Mesin ATM

9

Foto Ilustrasi

MEDAN-M24 | Kasubdit III/Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Maringan Simanjuntak mengimbau kepada masyarakat untuk waspada ketika melakukan transaksi uang di mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

Hal itu disampaikan Maringan didampingi Kanit I, RA Sitinjak di gedung Ditreskrimum Polda Sumut, Kamis (13/9).

“Karena ini modus operandi, jadi masyarakat harus lebih waspada ketika hendak mengambil uang di mesin ATM. Jangan mau menjadi korban kejahatan karena kelalaian kita sendiri,” katanya.

Maringan menjelaskan, para pelaku pencuri uang di mesin ATM ini memakai modus yang cukup apik. Sebab, dengan hanya menggunakan sebatang kayu lidi berukuran mini, pelaku mampu mengambil seluruh uang nasabah bank yang ingin melakukan tarik tunai di mesin ATM.

“Jadi yang harus diwaspadai oleh masyarakat, jika kartu ATM sudah masuk ke mesin dan mendadak tidak bisa keluar (sangkut) di dalam mesin, masyarakat harus segera melapor kepada pihak pengamanan terdekat seperti polisi, satpam ataupun karyawan yang berada di dekat objek mesin ATM. Jangan pernah mengadu kepada nasabah lain, bisa saja itu salah satu dari pelaku yang sudah berada di dekat kita dan tengah menunggu kepanikan kita,”ungkapnya.

Leih lanjut, kata Maringan, pelaku pembobolan ATM kerap beraksi di swalayan, SPBU, Mall dan pusat perbelanjaan.

“Mereka sudah sangat banyak, jadi diri kita sendiri yang bisa menyelamatkan dari perlakuan jahat mereka,” tandasnya.

Seperti diberitakan, Tim Subdit III/Jahtantras Polda Sumut berhasil meringkus pelaku pembobolan ATM, Dedy Agustriono.

“Ya, tim meringkus tersangka ketika sedang menjalankan aksinya di TKP,”ujar Kasubdit III/Jahtanras Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak, Selasa (11/10) kemarin.

Maringan menyebut, tersangka menggunakan modus dengan menyiapkan potongan kayu lidi kecil dan memasukannya ke dalam mesin ATM dengan alat penjepit.

“Setelah itu, pelaku keluar dan memantau masuk ke dalam mesin ATM. Begitu ada yang masuk, pelaku mengintip nomor PIN korban dari arah belakang korban. Detik berikutnya, korban yang hendak melakukan transaksi pun terpaksa mengurungkan niatnya karena kartu ATM tersangkut di dalam mesin, sehingga uangnya tidak bisa diambil. Nah, setelah korban keluar dari mesin ATM, tersangka kemudian mendrong kartu ATM korban dan menggunakannya,” tandasnya. (ahmad)

Loading...