Mubazir, Pasar Induk Tebingtinggi Terlantar

TEBINGTINGGI-M24 | Pasar induk di Jalan Abri Masuk Desa (AMD) dan 2 pasar di Kelurahan Mekar Sentosa dan Kelurahan Tebingtinggi, hingga kini tak difungsikan. Mubazir.

Padahal dengan dibangunnya tiga pasar tersebut, selain mendekatkan pelayanan terhadap masyarakat, juga akan menambah PAD Tebingtinggi dari sektor perdagangan. Karenanya, masyarakat pun mulai mempertanyakannya.

Abdul Wahid Lubis (39), warga Kecamatan Padang Hilir, mengatakan, kalau dirinya sebagai warga setempat sangat menyayangkan bangunan pasar yang nilainya miliaran rupiah ini, terkesan ditelantarkan dan adanya pembiaran oleh instansi terkait.

Loading...

“Kalau ini terus berlanjut, kemungkinan pembangunan pasar yang notabene menggunakan uang rakyat, akan mubazir dan sia-sia,” ungkap Wahid kepada M24, Jumat (3/8).

Menurutnya, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2006-2025, salah satunya meningkatkan jasa perdagangan, sesuai visi misi Walikota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM, ternyata cuma omong kosong.

Apalagi, katanya, Pemko Tebingtinggi merevitalisasi pasar kain dan membangun pasar kecamatan serta pasar induk, dengan dana bersumber dari DAK APBN 2017 sebesar Rp50 miliar. Ditambah belasan miliaran rupiah untuk pembangunan pasar kecamatan di kawasan Sei Segiling.

“Program tersebut untuk menciptakan pasar modern. Karena Tebingtinggi kota penyanggah pertumbuhan ekonomi untuk Kawasan Strategi Nasional (KSN) Kuala Tanjung dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke, ternyata hanya pembohongan publik,” ungkap Wahid kesal.

Dia bahkan heran dengan program pasar modern, yang katanya sebagai kota penyanggah butuh pasar moderen, bersih dan nyaman. Termasuk pengembangan pasar tradisional merupakan tindaklanjut Perda RT/RW.

Dalam Perda RT/RW, lanjutnya, diisyaratkan, desentralisasi perdagangan tidak tertumpu pada inti kota. Sehingga harus dikembangkan pasar di pinggiran, untuk mendekatkan pelayanan terhadap masyarakat. Sekaligus menciptakan pertumbuhan sentra ekonomi di tingkat kecamatan.

Faktanya, kata dia, kurangnya ketegasan Walikota Tebingtinggi, mengakibatkan sejumlah pasar di sejumlah kawasan belum juga difungsikan.

“Kalangan mayarakat di Kota Tebingtinggi menunggu sikap tegas Walikota Umar Zunaidi Hasibuan, agar memerintahkan pimpinan instansi terkait mengambil sikap. Dengan tidak berfungsinya pasar-pasar tersebut, berarti menambah panjang deretan bangunan terbengkalai di Kota Tebingtinggi,” tandasnya. (agus)

Loading...