Nelayan Tj Balai Ditembaki 1 Tewas 2 Kritis, PD Alwashliyah: Usut Sampai Tuntas!

6

Kapal Nelayan

MEDAN-M24 | Kondisi dua nelayan asal Tanjungbalai korban penembakan orang tak dikenal berangsur membaik, Rabu (12/9). Kedua nelayan dirawat intensif di
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan.

Kapal nelayan kerang asal Tanjungbalai ini sebelumnya ditembaki orang tidak dikenal (OTK) di perairan Bagan Siapiapi, Riau, Minggu (9/9) sekira pukul 22:40 WIB. Seorang nelayan tewas dan 2 kritis.

Menurut dokter penanggungjawab pasien, dr Mahyudanil SpBS, kedua nelayan yang dirawat adalah Irwansyah (31) dan Agus Salim (26). Keduanya masuk ke RSUP H Adam Malik, Senin (10/9) sekitar pukul 18:22 WIB dengan kondisi luka tembak.

Irwansyah mengalami luka tembak di paha kanan dan Agus Salim di bagian kepala. Saat ini keduanya sudah menjalani operasi. “Sudah dioperasi dan dilakukan pengambilan proyektil (peluru),” kata Mahyudanil kepada wartawan, Rabu (12/9).

Mahyudanil mengatakan kondisi kedua pasien telah sadar dan tidak ada cacat secara neurologi (kelainan pada sistem saraf). “Sudah dilepas alat bantu nafas dan tanda-tanda cacat secara neurologi tidak ada ditemukan pada pasien,” ujarnya.

Ia mengatakan kedua pasien dirawat di ruangan yang berbeda. “Irwansyah dirawat di ruang rawat inap biasa, sementara Agus Salim di ruang ICU Pascabedah,” ungkap Mahyudanil didampingi Kasubag Humas RSUP H Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak SSos MIkom.

Terpisah, Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai, yang dikonfirmasi wartawan, membenarkan insiden penembakan nelayan. “Benar, TKP di laut Dumai Provinsi Riau. Korbannya nelayan Teluk Nibung,” ujar Irfan.

Pascainsiden penembakan, Senin (10/9) pagi, keluarga korban bersama puluhan warga berkumpul di Tangkahan swasta Pasiran, Kec Tanjungbalai Selatan. Mereka menunggu kedatangan ketiga korban yang diangkut kapal penumpang dari Panipahan, Riau.

Sekira pukul 09.40 WIB, kapal yang membawa ketiga korban tiba di Tangkahan Pasiran. Sejumlah aparat TNI, Polri dan petugas kesehatan yang menunggu kedatangan jenazah nelayan dan yang kritis lalu mengevakuasi korban ke Ambulance. Ketiga korban dibawa ke RSU Tengku Mansyur Tanjungbalai.Korban tewas bernama Manggor akibat luka tembak di bagian dada.

Sementara Ketua PD Alwashliyah Tanjungbalai, Buya Gustami SSos I,MPd mengecam keras pelaku penembakan tiga nelayan Tanjungbalai ini. “Kita meminta Polres Tanjungbalai mengusut sampai tuntas kasus ini. Selain pembunuhan, kasus ini masuk dalam ranah Hak Asasi Manusia (HAM),” tegas Buya Gustami didampingi Sekretaris, Mery Simargolang, Rabu, di ruang kerjanya.

Sebagai putra nelayan dan dibesarkan di kampung nelayan dari Desa Pematang Sei Baru, Kec Air Joman, Kab Asahan, dia merasa prihatin atas tragedi yang dialami nelayan Tanjungbalai iyu. “Santri atau siswa yang belajar di Pesantren/Perguruan Al Washliyah sekitar 85% adalah anak nelayan. Makanya kami sagat prihatin,” imbuh Buya.

Buya Gustami mengaku, dalam waktu dekat Pimpinan PD Al Wahsliyah akan melayangkan surat pengaduan kepada pihak yang berwenang terkhusus aparat penegak hukum Bagan Siapiapi untuk membentuk tim khusus sekaligus mengusut tuntas kasus ini, hingga pelaku penembakan ditangkap.

Buya Gustami menambahkan, kapal nelayan pencari kerang yang dinahkodai Sumiran dihadang di Perairan Pulau Halang. Mendadak terdengar suara tembakan dari kelompok tak dikenal diduga perompak itu. Mereka melepaskan tembakan hingga mengenai 3 ABK.
“Kasus ini jangan dianggap sepele, kerena hal ini sudah menyangkut HAM dan merupakan kejahatan taraf kelas kakap,” imbuhnya.

Buya Gustami juga berharap Pemko Tanjungbalai agar serius membantu. “Kami yakin Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai SH MH mampu memberikan solusi yang terbaik, apalagi kami menilai kinerjanya cukup bagus dalam menangani berbagi kasus,” tandas Buya Gustami serayamenyampaikan turut berduka cita yang sedalam dalamnya kepada keluarga korban. (edi/ambon)

Loading...