Ortu Siswa Kecewa Seleksi PPDB Online SMAN/SMKN Langgar Kuota Zonasi

MEDAN-M24 | Masyarakat kecewa dengan pelaksanaan seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online SMAN/SMKN se-Sumut tahun 2018. Hal itu diketahui dari kedatangan kedua orang tua siswa, Toni Sinuhaji (48) dan Edi Sembiring (48) ke gedung DPRD Sumut, kemarin (18/7).

Dari hasil seleksi yang diumumkan, Sabtu (7/7) lalu. kedua anak perempuan mereka dinyatakan tak lulus di SMA Negeri I Delitua dengan alasan zonasi rumah jauh. Padahal sesuai KTP, KK, skor UN serta zonasi tempat tinggal/rumah mereka di Kab Deliserdang tidak jauh dari sekolah tersebut.

Mereka mensiyalir sistem zonasi dimanfaatkan oknum pejabat tertentu untuk menarik keuntungan materi, dengan melanggar kuota PPDB. “Kenapa anak saya, Esti Fanny Br Sinuhaji tidak lulus? Apa alasannya? padahal SMAN I Delitua dekat dari rumah saya,” ucap Sinuhaji dengan nada kesal.

Loading...

Hal yang sama juga dialami anak Edi Sembiring, Citra Hidayah Wati S yang tinggal di Dusun VII Ajibaho berdasarkan KK dan KTP. Sedangkan Esty Fanny tinggal di Cinta Adil yang jaraknya sekitar 2 Km dari SMAN I Delitua.
“Anehnya, jarak antara rumah dan sekolah yang tercantum dalam lembar tanda terima malah dibuat semakin jauh 5.982 meter. Begitujuga Citra dibuat berjarak sangat jauh 11.030 meter,” ucapnya lagi.

Menurutnya, pencantuman data titik koordinat zonasi ini yang diduga sengaja dimanipulasi sehingga anaknya tidak lulus.
“Kenapa banyak siswa lain yang lulus tapi rumah mereka lebih jauh dari rumah kami? Apalagi muncul kabar bahwa titik koordinat bisa disetel dekat asal ada uang pelicin,” jelasnya.

Dicontohkan Sembiring, siswa yang lulus atas nama Chika Khalwa Syahputri tinggal di Dusun I Desa Selamat Gang Warga. Ada dugaan jarak rumahnya disetel jadi dekat 2.515 meter. Kemudian fakta lainnya dari skor UN, nama Esti Fanny Br Sinuhaji mencapai 16.70 dan Citra Hidayah Wati S skornya 20.25. Sedangkan Chika Khalwa Syahputri memiliki skor UN 15.90 dan rumah lebih jauh tapi diluluskan.

“Kami harap anggota dewan yang terhormat mau mengusut dugaan permainan zonasi PPDB Online 2018. Kami siap mengumpulkan para orangtua siswa yang anaknya turut dirugikan,” ucap Sinuhaji damini Sembiring.

Anggota DPRD Sumut, Ir Yantoni Purba MM yang menerima pengaduan warga akan mendesak Pj Gubsu, Eko Subowo dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumut, Arsyad Lubis mengklarifikasi permasalahan sistem zonasi PPDB online.

“Ini contoh kecil dari buruknya cara kerja oknum pejabat yang mempermainkan sistem zonasi PPDB Online. Saya yakin kasus serupa banyak terjadi di sekolah negeri lainnya, dan dialami ratusan bahkan ribuan siswa di Sumut. Sistem zonasi terkesan membuka ruang terjadinya permainan atau kecurangan gaya baru dalam dunia pendidikan, khusunya saat penerimaan siswa baru,” cetus wakil rakyat asal daerah pemilihan Kab Deliserdang ini.

Apabila Pemprovsu dan Disdik Sumut tidak meluruskan persoalan ini, lanjutnya, orangtua atau siswa yang merasa dirugikan berhak melakukan gugatan hukum. Dia menyakini ada mencium aroma suap dan pungli serta gratifikasi. “Kita punya bukti-bukti akurat kecurangan sistem zonasi PPDB Online. Saya minta Kadisdik dan Pj Gubsu melakukan penyelidikan internal. Periksa dan tindak secara hukum semua oknum pejabat yang terbukti memanipulasi fakta-fakta zonasi rumah warga,” bebernya. (budiman)

Loading...